
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim Kompol Alfin. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)
JawaPos - Ditpolairud Polda Jawa Timur masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan Sumenep, Madura, Minggu (2/8).
Polisi kini memperluas penyelidikan dengan menelusuri berbagai aspek, termasuk prosedur penerbitan izin berlayar.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, Selasa (15/9).
Pemanggilan tersebut berkaitan dengan permintaan keterangan mengenai proses pemeriksaan, verifikasi, pengawasan, hingga penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim Kompol Alfin mengatakan, keterangan dari pihak KSOP dibutuhkan untuk melengkapi proses pendalaman terhadap insiden yang menimpa kapal tersebut.
“Kami mau meminta keterangan dari KSOP, yang kami perlukan untuk pendalaman terkait penyelidikan KMP Mutiara Sentosa II,” kata Alfin, Selasa (15/9).
Menurut dia, pemeriksaan terhadap pejabat terkait merupakan bagian dari upaya penyidik menyusun rangkaian kejadian secara utuh.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah aspek keselamatan penumpang sebelum kapal berlayar.
Sebelum menjadwalkan pemeriksaan Kepala KSOP, penyidik juga telah meminta keterangan dari pihak yang berkaitan dengan proses penerbitan izin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022