Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 18.52 WIB

KSP Dudung Tekankan Keseimbangan Ilmu dan Spiritualitas untuk Kemajuan Bangsa

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. (Istimewa) - Image

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. (Istimewa)

JawaPos.com – Pembangunan Indonesia membutuhkan kolaborasi antara negara dan masyarakat agar kebijakan dan pembangunan dapat lebih dekat dengan kebutuhan rakyat.

Selain kewenangan dan regulasi, kekuatan sosial serta kepercayaan masyarakat dinilai menjadi unsur penting dalam mendorong kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dalam kegiatan Hari Bermuhammadiyah 13 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (5/9/2026).

“Negara memiliki kewenangan dan regulasi, sementara masyarakat memiliki kekuatan sosial dan kepercayaan. Ketika keduanya berjalan bersama, pembangunan akan menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih dekat dengan kebutuhan rakyat,” ujar Dudung.

Menurut Dudung, pembangunan juga perlu ditopang keseimbangan antara ilmu dan spiritualitas. Ilmu, kata dia, tidak cukup berhenti sebagai pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di Muhammadiyah, ilmu tidak berhenti menjadi pengetahuan, ilmu harus menjadi amal, dan amal harus menghadirkan kemanfaatan. Karena itu, kemajuan tidak hanya diukur dari seberapa jauh kita melangkah, tapi seberapa besar manfaat yang harus kita tinggalkan bagi sesama,” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut tercermin dalam kiprah Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan kemanusiaan. Konsistensi gerakan tersebut dinilai membuat Muhammadiyah memiliki peran sebagai salah satu mitra masyarakat dan bangsa dalam menjawab berbagai kebutuhan sosial.

Dudung juga mengingatkan pentingnya menjaga orientasi pengabdian dan tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan. Ia mengutip pesan pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”

“Bagi saya, pesan ini adalah pengingat bahwa jabatan hanyalah titipan, sedangkan nilai seseorang terletak pada manfaat yang ia berikan,” ujar Dudung.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore