Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 04.58 WIB

Sudah Datangi 29 Provinsi, Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah PWNU Sulteng

Kiai Abdussalam Shohib sowan ke Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah (Sulteng) Al Habib Dr. KH. Ali Hasan Al Jufri. (Istimewa) - Image

Kiai Abdussalam Shohib sowan ke Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah (Sulteng) Al Habib Dr. KH. Ali Hasan Al Jufri. (Istimewa)

JawaPos.com - Kiai Abdussalam Shohib melanjutkan agenda silaturrohim dengan jajaran PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia. Baru-baru ini, calon ketua umum PBNU yang akrab dipanggil Gus Salam tersebut sowan ke Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah (Sulteng) Al Habib Dr. KH. Ali Hasan Al Jufri.

Berdasar informasi yang disampaikan kepada awak media pada Kamis (6/8), Gus Salam datang langsung menemui KH. Ali pada Rabu (5/8). Dia datang bersama masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo serta fungsionaris dan kader-kader NU di Sulteng.

”Alhamdulillah, sebelum silaturrohim PWNU-PCNU se-Sulawesi Tengah, saya sowan rais syuriyah untuk mengenalkan diri, menjalin kedekatan dan minta izin serta mohon waktu sebelum bertemu dengan ketua-ketua PCNU se-Sulteng,” kata dia.

Menurut Gus Salam, banyak hal diperbincangkan dalam pertemuan yang hangat tersebut. Mulai dari kondisi NU di Sulteng sampai perjalanan para ulama terdahulu. Termasuk dalam menyiarkan Islam di Sulawesi. Salah satunya cerita tengan Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, pendiri Al-Khairaat.

Sebagai calon ketua umum PBNU, Gus Salam mengaku sudah bersilaturahmi kepada jajaran PWNU dan PCNU di 29 provinsi. Agenda itu terinspirasi banyak dari strategi dan metode dakwah Islam pendiri Guru Tua, Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri.

”Istiqomahnya, dakwah dengan sentuhan aspek kemanusiaan, bersikap moderat dan memperhatikan hak-hak insani melalui ketegasan terhadap keadilan. Terutama melembagakan syiar Islam melalui lembaga pendidikan, madrasah pertama di Sulteng,” jelasnya.

Menurut Gus Salam, Guru Tua telah memberikan teladan yang patut diikuti oleh generasi penerus. Yakni para ulama aswaja di Sulteng. Mereka adalah penggerak persatuan, kerukunan antar umat, serta pewaris dakwah kesantunan para pendahulu.

Memperhatikan kondisi dan karakter NU di Kepulauan Celebes, Gus Salam, menyampaikan bahwa jam’iyyah NU di Sulteng memiliki potensi dan banyak peluang untuk maju. Terutama dalam mendorong dan memfasilitasi pengembangan kemandirian umat.

”Lembaga keuangan syariah atau terintegrasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) potensial berdiri di Sulteng. Sebagai lembaga gotong royong berkarakter koperasi yang beroperasi untuk menggalang dan mensupport usaha-usaha ekonomi warga,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore