
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan seni ukir Jepara merupakan warisan budaya yang memiliki nilai artistik sekaligus potensi besar bagi ekonomi kreatif nasional. (Istimewa)
JawaPos.com – Peluncuran buku TATAH: Suluk, Sulur, dan Jepara – Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir menjadi momentum untuk memperkuat posisi Jepara bukan hanya sebagai sentra industri mebel, tetapi juga sebagai pusat peradaban seni ukir yang memiliki sejarah panjang, nilai budaya tinggi, dan potensi mendunia.
Buku tersebut diharapkan memperkaya literasi sekaligus membuka ruang diskusi baru mengenai pelestarian dan pengembangan seni ukir sebagai identitas budaya Indonesia. Peluncuran sekaligus bedah buku digelar di Ruang Teater Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (10/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian Pameran TATAH yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan seni ukir Jepara merupakan warisan budaya yang memiliki nilai artistik sekaligus potensi besar bagi ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, karya para pengukir Jepara telah dikenal hingga mancanegara dan menjadi bagian dari industri kreatif global.
"Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia," ujarnya.
Fadli menilai kehadiran buku Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi mengenai sejarah dan perkembangan seni ukir Jepara. Menurutnya, buku tersebut tidak hanya mendokumentasikan perjalanan seni ukir, tetapi juga menawarkan perspektif baru mengenai masa depan Jepara sebagai pusat seni ukir dunia.
Ia mengingatkan jumlah generasi muda yang menekuni seni ukir terus menurun. Karena itu, Kementerian Kebudayaan mendorong berbagai program pelestarian, mulai dari pelatihan bersama maestro, pengembangan sekolah dan lokakarya ukir, hingga peningkatan kapasitas generasi muda agar keterampilan mengukir tetap diwariskan.
"Buku ini menjadi ikhtiar intelektual untuk merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara sekaligus memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatannya," kata Fadli.
Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan pengakuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Menurut Fadli, langkah tersebut perlu diiringi dengan penguatan mekanisme perlindungan (safeguarding) agar tradisi ukir tetap lestari.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah seni ukir kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitas budaya daerah.
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap Pameran TATAH cukup tinggi. Hingga awal Juli 2026, pameran tersebut telah dikunjungi lebih dari 53 ribu orang, menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap seni ukir Jepara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022