
Ilustrasi perundungan atau bullying. (Freepik)
JawaPos.com - Di tengah belum tuntasnya kasus dugaan intimidasi terhadap dr. Icha, dugaan perundungan terhadap tenaga kesehatan kembali mencuat. Kali ini, dokter di Tegal, dr. Shella Vina Putri, mengaku mendapat intimidasi dari keluarga pasien melalui pesan langsung (DM) Instagram yang berisi hinaan seperti "dokter cupu", "dokter gila", hingga komentar yang menyinggung bunuh diri.
Melalui video yang diunggah di media sosial, dr. Shella mengatakan tindakan yang diterimanya bukan sekadar serangan pribadi, tetapi sudah menyerang profesi dokter.
"Kalau menghujat saya secara personal, enggak apa-apa. Tapi kalau sampai membawa nama dokter, membawa nama profesi, itu namanya pembullyan. Tidak ada pembenaran dalam hal apa pun untuk sebuah pembullyan," katanya di Instagram, dikutip Senin (6/7).
Ia mengungkapkan bahwa keluarga pasien mengirimkan pesan bernada menghina melalui DM Instagram. Menurutnya, kata-kata seperti "dokter cupu", "dokter gila", "bunuh diri", "sakit psikiater", hingga "sakit mental" merupakan bentuk perundungan yang tidak dapat dibenarkan.
"DM Instagram-nya yang menghujat atas nama Dokter Shella, dokter cupu, dokter gila, bunuh diri, sakit psikiater, sakit mental. Hei! Itu bukan sesuatu yang buat mainan!" ucapnya.
dr. Shella mengaku prihatin karena dirinya sebelumnya justru pernah menawarkan diri untuk datang ke rumah pasien. Namun, tawaran tersebut ditolak dengan alasan biaya sebelum akhirnya ia menerima berbagai hujatan.
"Dan saya sebagai dokter yang pernah menawarkan diri untuk datang ke rumah, yang ditolak karena alasan biaya, dibilang cupu. Astagfirullahaladzim. Rasanya ternyata begini," tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk tidak tinggal diam apabila mengalami intimidasi atau perundungan. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak boleh dinormalisasi karena dapat berdampak serius terhadap kondisi mental tenaga kesehatan.
"Untuk semua orang di luar sana yang menindas tenaga kesehatan, entah itu perawat, entah itu dokter, semuanya, itu enggak normalisasi, guys! Dan kalian semua tenaga kesehatan, teman-teman sejawat aku, jangan diam! Pembullyan itu enggak dibenarkan!" tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022