Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 15.29 WIB

30 Ribu Jumlah Penerima MBG di Kota Malang Bakal Dievaluasi, Berpotensi Berkurang

Ilustrasi kegiatan dapur SPPG di Kota Malang. (Radar Malang) - Image

Ilustrasi kegiatan dapur SPPG di Kota Malang. (Radar Malang)

JawaPos.com - Jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang berpotensi berkurang. Kemungkinan itu selaras setelah pemerintah pusat lewat Badan Gizi Nasional (BGN) berniat mengevaluasi penerima dari jenjang SMA sederajat.

Dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group), sampai bulan Juni 2026, jumlah penerima dari jenjang itu di Kota Malang mencapai 30 ribu orang. Berdasar informasi yang dihimpun, penyesuaian penerima manfaat dilakukan agar MBG lebih tepat sasaran. Sekolah yang memiliki siswa dengan ekonomi di atas rata-rata akan dicoret dalam daftar penerima MBG.

Pada 18 Juni lalu, BGN resmi mengumumkan 76 SMA/SMK tidak akan mendapatkan MBG lagi. Namun nama-nama sekolahnya belum dijabarkan lebih lanjut. Kemungkinan jumlah itu bisa bertambah dengan evaluasi yang dilakukan BGN pada libur semester ganjil saat ini.

Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Athoillah menyampaikan, dari 76 sekolah yang dicoret, belum ada informasi yang terkait nama sekolah di wilayahnya. Kemungkinan evaluasi masih dilanjutkan. Sehingga pengumuman nama sekolah masih menunggu proses itu tuntas.

”Sampai saat ini kami belum menerima informasi sekolah yang dihapus sebagai penerima MBG. Kemungkinan menjelang tahun ajaran akan diumumkan,” terang dia.

Dikatakan Athoillah, SPPI akan mengikuti instruksi dari BGN. Pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis terkait evaluasi MBG untuk siswa jenjang SMA.

Atho menambahkan, hingga Juni ini, penerima MBG jenjang SMA sederajat di Kota Malang mencapai 30 ribu orang. Jumlah itu mencakup 17 persen dari total penerima MBG Kota Malang.

Jika dilakukan pengurangan penerima, dia yakin itu tidak berdampak signifikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

”Kemungkinan tidak sampai menutup SPPG, karena jumlahnya tidak terlalu banyak. Mayoritas SPPG melayani untuk anak SD dan SMP,” jelasnya.

Terlebih, lanjut dia, saat ini SPPG diminta untuk menambah sasaran penerima manfaat dari kategori 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore