Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 01.26 WIB

Jelang Muktamar ke-35, PBNU Diminta Rangkul Semua Kader NU Demi Hindari Konflik

Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus Situbondo, Jawa Timur, Ahmad Azaim Ibrahimy alias Ra Azaim saat menerima kunjungan Abdussalam Shohib. (Istimewa) - Image

Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus Situbondo, Jawa Timur, Ahmad Azaim Ibrahimy alias Ra Azaim saat menerima kunjungan Abdussalam Shohib. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diminta merangkul semua kader NU jelang Muktamar ke-35. Langkah ini untuk mencegah munculnya ketegangan dan konflik kepentingan.

Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus Situbondo, Jawa Timur, Ahmad Azaim Ibrahimy alias Ra Azaim mengatakan, NU merupakan rumah bersama. Oleh karena itu, organisasi ini sepatutnya dijadikan rumah berteduh untuk mencari jawaban bersama.

Hal tu disampaikan Ra Azaim saat menerima kunjungan Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib dan Cholil Nawawi. Sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Ra Azaim menilai pentingnya persantuan di internal NU.

“Ra Azaim meminta agar NU ke depan merangkul semua potensi yang dimiliki kader-kader NU,” kata Cholil Nawawi, Kamis (14/5).

Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan itu menilai, Ra Azaim menginginkan adanya persatuan kader di internal NU. Langkah ini demi kebaikan umat. 

Ra Azaim juga mengingatkan agar kepemimpinan PBNU ke depan senantiasa berpedoman pada khittah sebagai marwah perjuangan. Khittah NU 1926 bukan manuskrip di museum yang hanya dilihat atau dibaca, tapi dihidupi agar bisa membangkitkan. 

Sementara, Abdussalam Shohib mengatakan, kunjungannya ke kediama Ra Azaim dalam rangkaian safari di wilayah Madura dan wilayah Jawa Timur lainnya. Sebelum ini dia sudah berkunjung ke Wakil Rais Aam PBNU, Afifuddin Muhajir. 

“Di Situbondo saya ngaji tentang NU ke Kiai Afifuddin Muhajir. Luar biasa pandangan beliau tentang peran strategis NU ke depan,” kata Gus Salam.

Afifuddin Muhajir menekankan tiga peran strategis perjuangan NU ke depan. Pertama, NU harus menjadi benteng Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah, penjaga moral bangsa, dan pelindung NKRI. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore