
Ilustrasi pajak, kini menjadi andalan penerimaan negara
JawaPos.com — Kenaikan pajak air tanah (PAT) di sejumlah daerah menuai keluhan dari pelaku industri, terutama sektor perhotelan, restoran, serta makanan dan minuman. Lonjakan tarif dinilai membebani biaya operasional dan berpotensi mendorong kenaikan harga kepada konsumen.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merriyanti Punguan Pintaria, mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait persoalan tersebut.
“Terkait pajak air tanah mungkin perlu konsolidasi dulu. Kami akan berkomunikasi dulu dengan Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya dalam keterangan yang diterima.
Menurut Merriyanti, kebijakan besaran PAT berada di ranah pemerintah daerah sehingga perlu pembahasan lintas kementerian.
“Besarnya kenaikan pajak air tanah itu kan yang menentukan pemerintah daerah. Makanya, kami nanti konsultasi dulu ke mereka untuk mencari penyelesaiannya,” katanya.
Ia menambahkan, Kemenperin juga akan mempelajari dasar penetapan kenaikan tarif tersebut, termasuk dampaknya terhadap kondisi industri di tengah situasi ekonomi global.
“Nanti kami komunikasikan lagi. Ini yang perlu kita dalami, kita pelajari dulu dasar penentuan kenaikan ini seperti apa,” ujarnya.
Baca Juga:Depok Gelar Pemutihan PBB-P2, Denda Keterlambatan Dihapus, Pokok Pajak Dikurangi hingga 100 Persen
Keluhan datang dari berbagai daerah. Di Kabupaten Bogor, pelaku usaha memprotes kenaikan PAT hingga 120 persen, dari Rp1.500 menjadi Rp3.300. Pengusaha menilai lonjakan tersebut memberatkan dan tidak diiringi peningkatan layanan pemerintah daerah.
Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, juga menyoroti kenaikan PAT di Kota Bandung yang disebut mencapai 250 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut minim sosialisasi kepada pelaku usaha.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
