
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib alias Gus Salam. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib menunjukan keseriusannya maju dalam bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Untuk memuluskan jalannya, dia menemui sejumlah sesepuh NU. Terbaru Gus Salam sowan dengan PCNU se-karesidenan Semarang dan Pati.
Pertemuan digelar di kediaman Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Ubaidillah Shodaqoh di PP Al-Itqon Bugen, Semarang. Gus Salam mengakui lokasi ini memiliki kedekatan dengannya sejak lama.
“Dulu saya tabarrukan ngaji kitab di PP MUS Sarang. Alhamdulillah tadi pagi saya bisa sowan silaturrohim ke KH M. Said Abdurrochim; mohon restu, nasehat dan do’a untuk berikhtiar khidmah NU dalam Muktamar ke-35, mendatang,” kata Gus Salam.
Dia mengakui mendapat banyak nasihat dan masukan dari PCNU. Mereka juga menunjukan respon positif atas pencalon kader NU pada bursa calon ketua umum.
“Salah satunya dari PCNU Blora yang mengapresiasi positiv atas banyaknya kader NU yang ikut maju kandidat calon Ketua Umum PBNU. Menunjukkan NU tidak kehilangan banyak kader unggul,” tambahnya.
Sementara, Pengasuh PP Ma'hadul ilmi Asy-Syar'i (MIS) Sarang Rembang, Achmad Rosikh Roghibi mengatakan, kiai-kiai di Sarang sepakat mendukung Gus Salam maju dalam bursa ketua umum PBNU. Dia menilai Gus Salam memiliki kapasitas menjalankan roda organisasi.
“Gus Salam dinilai oleh kiai-kiai Sarang adalah figur paling tepat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan jam’iyah, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Islam ASWAJA, sekaligus merespons tantangan zaman," kata Gus Rosikh.
Dia menjelaskan, perjalanan NU di abad kedua membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara personal, tetapi juga jelas secara visi dan arah gerakannya. Menurutnya, dalam membaca dinamika jelang muktamar ke-35 NU ini, banyak pihak hanya fokus pada siapa sosok yang akan memimpin, bukan apa gagasan yang dibawa.
“NU di abad kedua ini tidak cukup hanya dengan sopir yang piawai dan navigator yang paham peta global, tetapi juga membutuhkan mesin baru dengan pengemudi yang benar-benar memahami arah dan tujuan jam’iyah,” pungkas Gus Rosikh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022