
Proses evakuasi pendaki yang terjebak dan tersesat saat erupsi Gunung Dukono terjadi hari ini (8/5). (Basarnas)
JawaPos.com - Polres Halmahera Utara memastikan bahwa 3 pendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara meninggal dunia. Para korban terjebak saat erupsi terjadi hari ini (8/5). Menurut Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, ketiga korban terdiri atas 2 Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dan 1 Warga Negara Indonesia (WNI).
”Iya 3 meninggal dunia, yaitu 2 warga Singapura dan 1 warga lokal kelahiran Jayapura,” ungkap Erlichson saat dikonfirmasi siang ini.
Menurut Erlichson, para korban terjebak saat Gunung Dukono erupsi. Sejauh ini jenazah korban belum dapat dievakuasi. Sebab, jenazah korban masih berada di Gunung Dukono. Tim SAR Gabungan belum bisa mengakses lokasi korban karena erupsi susulan masih terus terjadi. Namun demikian, upaya evakuasi para korban terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Sebelumnya, Kantor SAR Ternate telah menurunkan tim evakuasi ke Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim langsung dikerahkan setelah mereka menerima sinyal darurat dari koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Berdasar informasi awal, ada puluhan pendaki tersesat di tengah erupsi gunung tersebut.
Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menyampaikan bahwa sinyal darurat itu sudah dikonfirmasi oleh kepala desa setempat. Bahwa ada puluhan pendaki saat Gunung Dukono erupsi. Tidak hanya itu, kepala desa tersebut melaporkan bahwa beberapa korban sudah dievakuasi dalam keadaan luka-luka akibat terimbas erupsi gunung berapi tersebut.
”Terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” kata dia.
Untuk itu, dikerahkan Tim SAR agar proses evakuasi berjalan lebih cepat. Iwan menyampaikan bahwa Tim SAR sudah berada di sekitar Gunung Dukono pada pukul 09.56 WIT. Mereka bergerak dari Pos SAR Tobelo bersama potensi SAR lainnya. Tim itu juga sudah berkoordinasi dengan polres dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara terkait situasi terkini.
”Selanjutnya tim menuju LKP untuk melaksanakan evakuasi para pendaki dengan selalu mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi tersebut,” ucap Iwan.
Berdasar informasi awal, total ada 20 korban yang hilang dan dinyatakan tersesat. Mereka adalah para pendaki yang terdiri atas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Meski belum diketahui pasti secara terperinci, informasi awal mencatat para WNA yang ikut terjebak di Gunung Dukono berasal dari Singapura.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
