
Seorang bayi berusia empat bulan berinisial MZP viral di media sosial karena ditolak saat hendak mengupayakan penanganan di IGD RSUD Karawang.
JawaPos.com - Seorang bayi berusia empat bulan berinisial MZP viral di media sosial karena ditolak saat hendak mengupayakan penanganan di IGD RSUD Karawang. Padahal, bayi tersebut sudah dirujuk dari fasilitas kesehatan pertama. RSUD Karawang mengumumkan bahwa layanan IGD tersebut sudah overload.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu (3/5) malam dan viral di media sosial melalui sebuah video yang memperlihatkan kondisi bayi yang mengalami sesak napas.
Dalam rekaman itu, sang ibu mengaku telah berupaya mencari pertolongan medis setelah sebelumnya mendapat penanganan awal dari bidan.
Ia mengatakan, bayi tersebut sudah diuap dan bahkan telah disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Namun, setibanya di IGD, pihak keluarga mengaku tidak bisa mendapatkan layanan karena kapasitas pasien disebut sudah penuh.
"Udah diuap, udah dirujuk," ungkap ibu bayi tersebut dalam video yang beredar.
Di sisi lain, pihak RSUD Karawang melalui unggahan resmi di media sosial menyampaikan bahwa instalasi gawat darurat (IGD) mereka memang tengah mengalami lonjakan pasien. Dalam pengumuman itu tertulis bahwa kapasitas IGD saat ini dalam kondisi “overload”.
Manajemen rumah sakit juga meminta agar fasilitas kesehatan lain tidak mengirim atau merujuk pasien secara langsung tanpa melalui sistem SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu). Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak menyarankan pasien datang atas permintaan sendiri (APS) dalam kondisi tersebut.
“Mohon untuk tidak mengirimkan/merujuk pasien tanpa melalui SPGDT atau menyarankan APS (Atas Permintaan Sendiri),” tulis pengumuman tersebut.
Kejadian ini memicu sorotan publik, terutama terkait pelayanan darurat bagi pasien bayi dengan kondisi sesak napas yang tergolong membutuhkan penanganan cepat. Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak rumah sakit terkait kronologi detail maupun tindak lanjut atas kejadian tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
