
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, mulai diposisikan sebagai simbol baru penguatan ekonomi kerakyatan. (Dok. Radar Solo)
JawaPos.com - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, mulai diposisikan sebagai simbol baru penguatan ekonomi kerakyatan. Statusnya sebagai proyek percontohan nasional menghadirkan harapan, sekaligus mencerminkan proses panjang yang harus dilalui pemerintah desa dalam membangun fondasi kelembagaan tersebut.
Penjabat Kepala Desa Bentangan, Dwi Suparna, mengungkapkan bahwa proses penentuan lokasi pembangunan gedung koperasi tidak berjalan mulus. Perbedaan pandangan dalam Musyawarah Desa (Musdes) membuat forum tersebut harus digelar hingga dua kali.
"Musdes pertama memutuskan lokasi di sisi utara kantor desa, namun ternyata masih masuk jalur hijau. Akhirnya disepakati di lokasi saat ini (barat Masjid Besar), meski tantangannya berat karena lahan sangat dalam dan membutuhkan urukan tanah yang masif," ujar Suparna di Kantor Kecamatan Wonosari, Rabu (22/4).
Gedung koperasi tersebut dibangun di atas lahan seluas 2.100 meter persegi dengan proses pengerjaan sekitar tiga bulan. Pembangunan ini didukung melalui hibah dari PT Agrinas dengan nilai estimasi mencapai Rp1 miliar.
Saat ini, operasional koperasi dijalankan oleh lima pengurus dan tiga pengawas. Jumlah anggota yang telah terdaftar mencapai 164 orang, menunjukkan mulai terbentuknya basis partisipasi masyarakat dalam kelembagaan tersebut.
Namun, tantangan tidak hanya datang dari sisi pembangunan fisik. Penyesuaian kebijakan anggaran turut berdampak pada kondisi keuangan desa. Suparna menyebut Dana Desa (DD) yang diterima mengalami penurunan cukup signifikan.
"Dana Desa yang kami terima turun drastis, dari sekitar Rp 1 miliar menjadi Rp 342 juta. Ini berdampak pada tertundanya program infrastruktur desa dan pengurangan kuota penerima BLT. Namun, kami tetap optimis dan mendukung kebijakan pusat demi penguatan ekonomi jangka panjang," jelasnya.
Terkait rencana dukungan permodalan koperasi sebesar Rp 3 miliar, pihak desa masih menunggu kejelasan teknis penyalurannya. Ke depan, Kopdes Bentangan diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan dasar seperti sembako, obat-obatan, dan pupuk, tetapi juga mampu mengembangkan potensi lokal.
Salah satu potensi yang dilirik adalah kerajinan gerabah yang selama ini menjadi identitas ekonomi warga setempat. Pengembangan unit usaha berbasis lokal dinilai dapat memperkuat keberlanjutan koperasi.
Untuk menjaga keberlangsungan operasional, pengurus koperasi mulai melakukan inovasi. Salah satunya dengan mengelola Alat Mesin Pertanian (Alsintan) secara mandiri.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
