
Salah satu bangunan Koperasi Merah Putih di Tulungagung. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
JawaPos.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Kepohagung, Kecamatan Plumpang, nyaris gagal mendirikan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Desa yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan itu sempat tersandera persoalan berlapis saat program strategis Presiden Prabowo Subianto itu mulai digulirkan.
Ketika desa lain sudah bergerak membangun, Kepohagung justru tertahan. Status blacklist dari koramil setempat menjadi pengganjal utama. Ketua KDKMP Desa Kepohagung Khoirul Huda mengungkapkan, hambatan itu berkaitan dengan persoalan hukum yang menjerat kepala desa. “Kami sempat mendapatkan blacklist karena Pak Inggi (kepala desa, Red) bermasalah dengan hukum,” ujarnya saat ditemui di balai desa, Selasa (21/4).
Sejak Juli 2025, Kepala Desa Kepohagung Dono Samuri terseret dugaan penyelewengan PADes senilai Rp 1,1 miliar. Kasus tersebut masih bergulir di Polres Tuban. Meski belum berstatus tersangka, yang bersangkutan sudah lama tidak berkantor.
Khoirul menyebut situasi itu sempat mengganggu roda pemerintahan desa. Koordinasi dengan instansi terkait tersendat hingga berujung pada status blacklist. “Pada akhirnya kami mampu tetap mendirikan koperasi (KDKMP) meski tanpa dibersamai pemimpin di desa kami,” ungkapnya.
Baca Juga:Skema Koperasi Merah Putih Belum Jelas, Dirut Agrinas: Saya Nggak Tahu, Belum Diajak Ngomong
Upaya keluar dari kebuntuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan koramil dan babinsa setempat. Status blacklist akhirnya dicabut. “Setelah dicabut, komitmen untuk membangun benar-benar kami buktikan,” ujarnya.
Lahan sawah produktif di Dusun Grebegan dipilih sebagai lokasi pembangunan. Tahap awal berupa pengurukan langsung dikerjakan. Biaya pengurukan, di luar anggaran dana desa Rp 3 miliar untuk pembangunan fisik, diperoleh dari hibah Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) yang disepakati melalui musyawarah warga.
“Kurang lebih menghabiskan sekitar Rp 120 juta untuk pengurukan sekaligus membangun jembatan (u-ditch beton, Red) di depannya,” kata Khoirul.
Dia mengakui peran babinsa cukup dominan, mulai dari penentuan lokasi hingga pengawalan pembangunan. “Tanpa mengurangi rasa hormat, umumnya di desa-desa lain yang paling berperan dalam pembangunan KDKMP adalah kepala desa, tapi di sini malah sebaliknya,” ujarnya.
Baca Juga:Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Meski sempat tertinggal, pembangunan KDKMP Kepohagung kini telah rampung 100 persen. Ke depan, koperasi akan difokuskan pada kebutuhan sektor pertanian. Mayoritas warga setempat adalah petani. Sementara akses pupuk selama ini masih terbatas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022