Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 00.45 WIB

Isu Inklusi Disabilitas Masih Jadi Tantangan, Program Sosial Ramadhan Dorong Dukungan Lebih Luas

Ilustrasi penyaluran bantuan Ramadhan ke komunitas disabilitas. (Istimewa) - Image

Ilustrasi penyaluran bantuan Ramadhan ke komunitas disabilitas. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Isu inklusi bagi penyandang disabilitas masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah di Indonesia. Meski sejumlah kebijakan telah mengatur kesetaraan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, hingga layanan publik, pada praktiknya banyak komunitas disabilitas yang masih menghadapi keterbatasan dalam mendapatkan dukungan sosial maupun kesempatan ekonomi.

Di tengah tantangan tersebut, berbagai inisiatif sosial mulai diarahkan untuk memperluas dukungan kepada kelompok rentan, termasuk melalui kegiatan yang memanfaatkan momentum Ramadhan. Salah satunya dilakukan Holding BUMN Danareksa bersama sejumlah perusahaan yang berada dalam ekosistemnya.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), holding ini menyalurkan 1.000 paket bantuan Ramadhan bagi komunitas penyandang disabilitas di lima kota, yakni Jakarta, Pasuruan, Demak, Makassar, dan Medan. Penyaluran dilakukan secara serentak dengan melibatkan sejumlah anggota holding yang memiliki jaringan operasional di berbagai wilayah tersebut.

Corporate Secretary Holding BUMN Danareksa Agus Widjaja mengatakan, kolaborasi lintas perusahaan dilakukan agar kegiatan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberi dampak yang lebih terukur.

”Sebagai holding yang berorientasi pada penciptaan nilai dan kesejahteraan, kami mengorkestrasi seluruh anggota holding agar inisiatif sosial yang dijalankan memiliki skala dan dampak yang lebih luas,” ujar Agus.

Dia menambahkan, pelaksanaan kegiatan secara serentak di sejumlah wilayah juga menjadi upaya untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh Masyarakat. Terutama kelompok yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau berbagai program sosial.

Program tersebut melibatkan sejumlah perusahaan dalam holding, antara lain PT Kawasan Industri Medan, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kawasan Industri Makassar, serta perusahaan di sektor jasa seperti PT Nindya Karya, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Danareksa Finance, PT Danareksa Capital, serta PT Balai Pustaka.

Pemilihan lima kota tersebut mencerminkan sebaran operasional anggota holding di berbagai wilayah Indonesia. Untuk membantu memastikan penyaluran tepat sasaran, kegiatan ini juga melibatkan organisasi masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas, yakni Alunjiva Indonesia.

Co-Founder Alunjiva Indonesia Fany Efrita menilai, kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil penting untuk memperluas dukungan bagi komunitas disabilitas.

”Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif dari berbagai pihak dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” kata Fany.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap isu disabilitas memang semakin menguat, termasuk dalam berbagai program sosial perusahaan. Pendekatan yang lebih inklusif dinilai dapat membantu memperluas akses sekaligus mendorong pemberdayaan komunitas disabilitas secara lebih berkelanjutan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore