
Prajurit TNI terlibat dalam penanganan pascabencana gempa bumi di Sulut pada Kamis (4/2). (TNI)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak gempa bumi magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Laporan dari petugas di lapangan menyebutkan bahwa ratusan warga terpaksa mengungsi dan ratusan bangunan rusak pasca guncangan gempa bumi pada Kamis pagi (2/4).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 233 gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai 5,8 skala richter. Getaran gempa terasa di Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.
”Dampak gempa di Sulawesi Utara, terdapat 1 korban meninggal dunia di Kota Manado dan 1 korban luka ringan di Kabupaten Minahasa. Sementara di Maluku Utara, tercatat 134 kepala keluarga terdampak di Kota Ternate, 7 kepala keluarga di Halmahera Tengah, 5 kepala keluarga di Halmahera Barat, dan 2 kepala keluarga di Halmahera Selatan,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (3/4).
Tidak hanya itu, BNPB mencatat sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan. Dari hasil kaji cepat sementara, petugas mencatat 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado. Sementara di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak.
”Di Provinsi Maluku Utara dilaporkan di Kota Ternate terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak. Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak,” bebernya.
Abdul Muhari juga mengungkapkan bahwa dampak gempa di Kabupaten Halmahera Selatan juga cukup signifikan. Yakni 2 rumah rusak sedang dan 1 fasilitas pendidikan serta 1 jembatan terdampak. Kemudian di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang.
”Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat 5 rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian,” kata dia.
Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Sebelumnya, Abdul Muhari mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah memerintahkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto untuk segera bertolak ke lokasi terdampak bencana. Tujuannya untuk memimpin penanganan darurat serta memastikan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) bagi pemerintah daerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022