Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Maret 2026 | 23.00 WIB

Karyawati di Sulteng Tewas Ditikam Sekuriti, Korban Ditegur Gara-gara Main Hp saat Apel

Seorang karyawati bernama Rindi Antika tewas setelah ditikam oleh rekan kerjanya sendiri yang berprofesi sebagai sekuriti di kawasan wisata Pakang Beach, Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/3). (istimewa) - Image

Seorang karyawati bernama Rindi Antika tewas setelah ditikam oleh rekan kerjanya sendiri yang berprofesi sebagai sekuriti di kawasan wisata Pakang Beach, Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/3). (istimewa)

JawaPos.com - Seorang karyawati bernama Rindi Antika tewas setelah ditikam oleh rekan kerjanya sendiri yang berprofesi sebagai sekuriti di kawasan wisata Pakang Beach, Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/3) pagi lalu. Insiden berdarah itu diduga dipicu teguran saat korban kedapatan bermain telepon genggam ketika apel pergantian shift.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WITA setelah para karyawan mengikuti apel pagi. Pelaku yang diketahui bernama Naldi Towoliu saat itu bertugas memimpin apel. Ia menegur korban karena dinilai tidak serius mengikuti kegiatan tersebut lantaran beberapa kali terlihat menggunakan ponselnya.

Kasi Humas Polres Tojo Una-Una Iptu Martono menjelaskan bahwa ketegangan bermula dari teguran tersebut.

“Insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WITA ketika pelaku memimpin apel pagi bagi para karyawan,” ujar Martono dalam keterangannya, dikutip dari akun X Creepy Room, Senin (9/3).

Korban yang merasa tidak terima dengan teguran itu kemudian hendak meninggalkan lokasi tanpa izin. Saat itu, Rindi sudah berada di atas sepeda motornya dan bersiap pergi dari area apel. Situasi kemudian memanas setelah korban membantah teguran yang diberikan pelaku hingga terjadi adu mulut di antara keduanya.

Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mencabut sebilah badik yang diselipkan di pinggang kirinya. Senjata tajam itu langsung digunakan untuk menyerang korban dengan menikam bagian perut hingga korban terjatuh.

Tidak berhenti di situ, pelaku kembali melancarkan beberapa tusukan ke tubuh korban secara berulang. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sedikitnya delapan luka tusukan di berbagai bagian tubuh.

Rekan kerja dan warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Ampana Tete untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan karena luka yang dideritanya cukup parah. Rindi Antika akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

Usai melakukan penikaman, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian untuk menghindari kejaran warga dan aparat kepolisian. Polisi kemudian melakukan pengejaran untuk melacak keberadaannya.

Sekitar pukul 09.58 WITA atau kurang dari dua jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap di Desa Kajulangko saat bersembunyi di rumah keluarganya.

“Pelaku berhasil diamankan saat bersembunyi di rumah keluarganya. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah badik yang digunakan dalam penikaman tersebut,” kata Martono.

Saat ini pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Tojo Una-Una. Polisi masih mendalami motif serta rangkaian kejadian untuk melengkapi proses penyidikan kasus tersebut.

Peristiwa mengenaskan itu sempat terekam CCTV saat pelaku dan korban adu mulut di pintu gerbang lokasi kejadian hingga penusukan terjadi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore