Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Maret 2026, 21.35 WIB

Kapolri Paparkan Diplomasi hingga Hilirisasi untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel ojek online dan buruh kamtibmas bertajuk Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3). (Mabes Polri) - Image

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel ojek online dan buruh kamtibmas bertajuk Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3). (Mabes Polri)

 
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian bangsa di tengah dinamika konflik global. Pemerintah disebut terus mengambil langkah strategis agar Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas nasional.

Menurut Sigit, di tengah meningkatnya ketegangan global, pemerintah aktif melakukan diplomasi internasional. Pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan politik luar negeri bebas aktif serta prinsip negara nonblok.

Selain itu, Indonesia juga berupaya memitigasi dampak dari eskalasi konflik internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui komunikasi diplomatik dengan berbagai negara.

Sigit menjelaskan bahwa Indonesia turut berperan aktif dalam mendorong perdamaian dunia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui pendekatan two state solution.

Pemerintah juga disebut terlibat dalam berbagai forum internasional yang bertujuan meredakan ketegangan global. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dunia.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan domestik untuk memperkuat ketahanan nasional. Kebijakan tersebut dirumuskan dalam berbagai program strategis pemerintah.

Menurut Sigit, program tersebut mencakup misi Asta Cita, 17 program prioritas, delapan program hasil terbaik cepat, serta delapan sasaran prioritas nasional. Berbagai kebijakan itu diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi dan kemandirian bangsa.

“Berbagai kebijakan tersebut diwujudkan melalui upaya hilirisasi energi dan industri serta swasembada pangan guna memperkuat kemandirian bangsa, sehingga Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Sigit dalam apel ojol dan buruh kamtibmas ‘Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae’ di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (8/3/2026).

Sigit menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mendorong hilirisasi di berbagai sektor industri. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain industri bauksit, baterai listrik, otomotif, hingga semikonduktor.

Selain itu, sejumlah komoditas strategis lainnya juga masuk dalam program hilirisasi nasional. Secara keseluruhan terdapat sekitar 18 program hilirisasi besar yang tengah dijalankan pemerintah.

Program tersebut juga mencakup proyek waste to energy yang tersebar di 34 wilayah di Indonesia. Selain sektor industri, pemerintah juga memperkuat sektor pangan, perikanan, serta industri makanan.

Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi energi nasional melalui peningkatan lifting minyak. Upaya tersebut dilakukan dengan membuka sumur-sumur baru serta mengoptimalkan pengelolaan sumur tua.

Langkah tersebut juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor, khususnya pada sektor energi dan pangan. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonominya.

“Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang ekonomi dan lapangan kerja yang luas. Untuk itu, diperlukan dukungan bersama, termasuk dari para buruh dan rekan-rekan ojek online, sehingga seluruh program berjalan on the track dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Sigit.

Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif. Hal tersebut dinilai penting agar program hilirisasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore