
Ilustrasi penganiayaan.
JawaPos.com - Tindak kekerasan menyasar seorang warga sipil kembali terjadi di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kali ini menimpa seorang perempuan yang sehari-hari berjualan pinang. Akibatnya, korban berinisial EK tersebut terluka cukup parah.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa penyerangan itu terjadi di Komplek Ruko Blok A, Distrik Dekai, pada Selasa (17/2). Korban mengalami dua luka tusuk pada bagian pundak sebelah kanan.
Berdasar informasi yang berhasil dihimpun oleh petugas kepolisian, korban berasal dari wilayah Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menjual pinang di Dekai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh masyarakat sekitar, EK dikenal ramah kepada semua orang.
”Peristiwa terjadi saat korban tengah melayani pembeli. Dua pria datang menggunakan sepeda motor matic Honda Beat warna hitam dari arah jalan raya dan berhenti di samping lapak milik korban,” ungkap Faizal.
Perwira tinggi (pati) bintang satu Polri itu pun sudah mendapati fakta bahwa korban mengenali salah seorang pelaku. Menurut dia, ciri-ciri fisik pelaku dikenali oleh korban karena yang bersangkutan adalah salah seorang pelanggan pinang di tempatnya berjualan.
”Tanpa banyak bicara, pelaku mendekati korban dan secara tiba-tiba mengeluarkan pisau. Dalam hitungan detik, pelaku menikam korban sebanyak dua kali di bagian pundak kanan. Korban yang tidak menyangka akan diserang oleh orang yang sering bertransaksi dengannya, tak sempat menghindar,” beber dia.
Usai menyerang korban, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kantor Pos. Sementara korban segera dibawa ke RSUD Dekai. Atas serangan itu, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Polda Papua langsung bergerak menuju RSUD Dekai.
”Berdasar analisis awal dan hasil pengumpulan bahan keterangan saksi terkait ciri-ciri pelaku, aparat menduga kuat adanya keterkaitan dengan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo,” jelasnya.
Menurut Faizal, sebelumnya kelompok tersebut terlibat dalam aksi pembakaran Ruko Blok A pada 14 Februari 2026. Dugaan itu masih terus didalami oleh petugas untuk memastikan motif serta jaringan pelaku. Yang pasti, dia mengecam tindakan pelaku.
”Setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat, apalagi terhadap perempuan yang sedang mencari nafkah, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengejar dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Adarma Sinaga memastikan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh alat bukti yang tersedia. Barang bukti tersebut kini tengah dianalisis oleh petugas.
”Kami juga memeriksa saksi-saksi di sekitar TKP. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku,” kata dia.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
