
Ilustrasi angin kencang cuaca ekstrem. (BMKG/Antara)
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan. Termasuk Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, keberadaan Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan peningkatan kecepatan angin permukaan di wilayah selatan Pulau Jawa.
”Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” kata Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara.
Berdasar data pengamatan BMKG, kata dia, kecepatan maksimum angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap tercatat mencapai 30 knot. Sementara di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap, kecepatan angin terpantau hingga 32 knot.
Lebih lanjut dia mengatakan, Siklon Tropis Luana memiliki tekanan udara minimum sekitar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knot. Kondisi itu termasuk dalam kategori siklon tropis tingkat satu.
”Meskipun bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, sistem tersebut masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan,” terang Teguh Wardoyo.
Menurut dia, peningkatan kecepatan angin terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara yang didominasi tekanan tinggi dan belahan bumi selatan yang saat ini terdapat tekanan rendah akibat siklon tropis.
Dia menjelaskan, perbedaan tekanan tersebut memicu aliran angin dari utara ke selatan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
”Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, tiang listrik roboh, kerusakan bangunan, serta papan reklame yang rapuh, dan terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG,” tandas Teguh Wardoyo.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
