
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh dengan agenda jemput bola pelayanan administrasi kependudukan. (Istimewa)
JawaPos.com–Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh dengan agenda jemput bola pelayanan administrasi kependudukan. Selama empat hari, mulai Senin (12/1) hingga Kamis (15/1) rombongan melakukan serangkaian kegiatan jemput bola dan pemberian bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan administrasi kependudukan.
Agenda kunjungan Dirjen juga meliputi peninjauan pelayanan di kantor Disdukcapil setempat, posko layanan di lapangan serta pertemuan dengan kepala daerah. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi langsung memimpin kunjungan ke empat wilayah terdampak bencana di Aceh. Yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan hibah berupa peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik senilai Rp 421 juta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan diterima Bupati Armia Fahmi. Penyerahan bantuan juga akan dilakukan di tiga daerah lainnya.
Bantuan tersebut terdiri atas perangkat mobile enrollment, printer CR707E, printer kertas, card reader, ribbon, film, serta perlengkapan pendukung lain. Perlengkapan itu digunakan untuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, khususnya di daerah terdampak bencana.
Selain itu diserahkan pula oleh-oleh dari Jakarta berupa blanko KTP elektronik sebanyak 4.000 keping di masing masing daerah yang dikunjungi. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
”Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Penugasan tim ke Aceh ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti,” tegas Teguh.
Teguh juga menegaskan, kehadiran tim jemput bola pelayanan adminduk dukcapil di Aceh bukan sekadar simbolik, melainkan untuk memastikan layanan publik, khususnya penerbitan dokumen kependudukan pasca bencana benar-benar berjalan.
”Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Utara, tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan. Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” ujar Dirjen Teguh.
Untuk mendukung pemulihan layanan adminduk di daerah terdampak bencana, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan berupa perangkat perekaman dan pencetakan KTP elektronik.
Bantuan untuk Kabupaten Aceh Timur terdiri atas:
- 1 unit Printer CR707E, 600 DPI (Card Reader + SAM)
- 2 unit CR707 PETG Ribbon CMYKR
- 1 unit CR707 Clear RTR Film
- 1 set Cleaning Card (Double Adhesive)
Bantuan untuk Kota Langsa yakni:

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
