
Fenomena tanah ambles di Kecamatan Banjarejo dan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah disebabkan kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berintensitas tinggi. (ANTARA)
JawaPos.com - Fenomena tanah ambles di Kecamatan Banjarejo dan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah disebabkan kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berintensitas tinggi.
"Tanah aluvial di sekitar daerah aliran sungai (DAS) memang mudah jenuh air sehingga ketika hujan deras, air mengisi rekahan tanah, menambah beban, dan akhirnya memicu amblesan atau pergerakan tanah," ujar Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Blora Hadi Susanto.
Ia mengungkapkan secara geologi tidak ditemukan sesar aktif di wilayah terdampak. Menurut dia, kejadian serupa banyak ditemukan di kecamatan di sekitar aliran sungai. Pergerakan tanah juga cenderung lebih terlihat pada musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau.
Terkait dugaan penyebab lain, seperti pengeboran air tanah, ia menilai, dampaknya kecil dan tidak signifikan. Kalau pun ada pengaruh, hal tersebut biasanya disebabkan eksploitasi yang berlebihan.
"Hingga saat ini, tingkat pemanfaatan air tanah di Kabupaten Blora masih tergolong minim," ujarnya.
Ia mengatakan pemetaan potensi pergerakan tanah secara detail hingga kini belum tersedia. Meski demikian, pihaknya membuka peluang apabila Pemerintah Kabupaten Blora melakukan kajian lanjutan.
Kedepan, penanganan akan dikoordinasikan lintas sektor bersama Dinas PUPR, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, mengingat wilayah DAS berada dalam kewenangan instansi terkait.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila terjadi tanah ambles yang berpotensi membahayakan agar dapat ditindaklanjuti secara terpadu. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora Agung Triyono mengatakan pergerakan tanah telah berdampak pada sejumlah rumah warga.
Di Kecamatan Banjarejo terdapat tiga rumah terdampak, sedangkan di Kecamatan Tunjungan dua rumah mengalami kerusakan. "Wilayah terdampak meliputi Desa Buluroto dan Desa Tutup," ujarnya.
Ia menjelaskan di Kecamatan Tunjungan pergerakan tanah terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup pada Jumat (2/1). Peristiwa tersebut menyebabkan penurunan tanah sedalam 15 hingga 30 sentimeter dengan panjang rekahan sekitar 100 meter.
"Dua rumah warga mengalami rusak sedang dan tiga rumah lainnya terancam. Dua rumah rusak sedang masing-masing milik Djaiz dan Suyatno dengan total estimasi kerugian mencapai Rp16 juta," ujarnya.
Di Kecamatan Banjarejo, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto pada Senin (22/12). Penurunan tanah mencapai sekitar 50 sentimeter dengan panjang rekahan sekitar 200 meter. Hingga kini, pergerakan tanah masih berlangsung dengan laju penurunan sekitar dua sentimeter per hari.
"Di lokasi tersebut, tiga rumah warga rusak sedang, masing-masing milik Sriyono, Janarto, dan Sayid, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta," ujarnya.
BPBD Kabupaten Blora mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat berdurasi lama, mengingat potensi pergerakan tanah dan longsor susulan masih cukup tinggi.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
