
Semburan lumpur dengan bau menyengat di Desa Cipanas, Cirebon, Jumat (19/12). (Fathnur Rohman/Antara)
JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melakukan asesmen terhadap peristiwa semburan lumpur yang muncul di Desa Cipanas, Cirebon sejak Rabu (17/12).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko mengatakan, asesmen dilakukan untuk memetakan dampak, potensi risiko, serta kebutuhan penanganan awal di lokasi kejadian.
”BPBD turun langsung ke lapangan untuk melakukan asesmen dan penanganan awal terhadap semburan lumpur yang dilaporkan warga,” kata Hadi Eko seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, fenomena semburan lumpur tersebut muncul saat musim hujan, sedangkan pada musim kemarau tidak terpantau aktivitas semburan. Dari hasil asesmen sementara, semburan lumpur menimbulkan bau belerang cukup menyengat dengan radius sekitar 100 hingga 200 meter, bahkan dilaporkan mencapai jarak 300 meter.
Dia menyebutkan, semburan tersebut membentuk kubangan menyerupai kolam dengan lebar sekitar delapan meter dan panjang kurang lebih 12 meter. BPBD Kabupaten Cirebon telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, untuk memastikan kondisi dan aktivitas warga di sekitar lokasi tetap aman.
”Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah dinas terkait guna menentukan langkah penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Hadi Eko.
Sementara itu, Kepala Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Maman Sudirman membenarkan keberadaan fenomena tersebut dan menyatakan kawah itu telah dikenal warga sejak lama. Pada 1960-an, kawasan di lokasi tersebut sempat dimanfaatkan untuk kepentingan industri.
Maman menambahkan fenomena tersebut sempat terjadi pada 2021 dan menjadi perhatian publik setelah viral karena diliput sejumlah media nasional. Fenomena tersebut, bukan semburan gas yang mudah terbakar meskipun mengeluarkan bau menyengat.
Dia menambahkan warga setempat lebih mengenal fenomena itu sebagai kawah, dengan bau belerang paling terasa pada pagi dan sore hari.
”Kalau gas kena api akan menyala. Ini tidak, justru mati jika terkena api,” terang Maman Sudirman.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
