Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Desember 2025 | 01.22 WIB

BPBD Lakukan Asesmen Peristiwa Semburan Lumpur Bau Menyengat di Cirebon

Semburan lumpur dengan bau menyengat di Desa Cipanas, Cirebon, Jumat (19/12). (Fathnur Rohman/Antara) - Image

Semburan lumpur dengan bau menyengat di Desa Cipanas, Cirebon, Jumat (19/12). (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melakukan asesmen terhadap peristiwa semburan lumpur yang muncul di Desa Cipanas, Cirebon sejak Rabu (17/12).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko mengatakan, asesmen dilakukan untuk memetakan dampak, potensi risiko, serta kebutuhan penanganan awal di lokasi kejadian.

BPBD turun langsung ke lapangan untuk melakukan asesmen dan penanganan awal terhadap semburan lumpur yang dilaporkan warga,” kata Hadi Eko seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, fenomena semburan lumpur tersebut muncul saat musim hujan, sedangkan pada musim kemarau tidak terpantau aktivitas semburan. Dari hasil asesmen sementara, semburan lumpur menimbulkan bau belerang cukup menyengat dengan radius sekitar 100 hingga 200 meter, bahkan dilaporkan mencapai jarak 300 meter.

Dia menyebutkan, semburan tersebut membentuk kubangan menyerupai kolam dengan lebar sekitar delapan meter dan panjang kurang lebih 12 meter. BPBD Kabupaten Cirebon telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, untuk memastikan kondisi dan aktivitas warga di sekitar lokasi tetap aman.

”Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah dinas terkait guna menentukan langkah penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Hadi Eko.

Sementara itu, Kepala Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Maman Sudirman membenarkan keberadaan fenomena tersebut dan menyatakan kawah itu telah dikenal warga sejak lama. Pada 1960-an, kawasan di lokasi tersebut sempat dimanfaatkan untuk kepentingan industri.

Maman menambahkan fenomena tersebut sempat terjadi pada 2021 dan menjadi perhatian publik setelah viral karena diliput sejumlah media nasional. Fenomena tersebut, bukan semburan gas yang mudah terbakar meskipun mengeluarkan bau menyengat.

Dia menambahkan warga setempat lebih mengenal fenomena itu sebagai kawah, dengan bau belerang paling terasa pada pagi dan sore hari.

”Kalau gas kena api akan menyala. Ini tidak, justru mati jika terkena api,” terang Maman Sudirman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore