Empat gajah terlatih dikerahkan BKSDA Aceh untuk membantu dalam penanganan pasca banjir dan longsor di Aceh. (Kemenhut)
JawaPos.com-Empat gajah terlatih resmi dikerahkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu penanganan wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Pidie Jaya. BKSDA memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan prosedur ketat demi keselamatan satwa dan tim.
Kehadiran gajah ini disebut menjadi solusi bagi area yang sulit dijangkau alat berat, sekaligus mempercepat proses pemulihan di lapangan.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menegaskan bahwa pengerahan gajah dilakukan berdasarkan survei dan perencanaan matang.
“Sebelum gajah jinak diturunkan ke lapangan, tim Balai KSDA Aceh terlebih dahulu melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan, dan kebutuhan operasional,” ujar Ujang dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12).
Dari survei itu pula ditentukan rute, titik kerja, tempat istirahat, serta durasi aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi fisik gajah.
Untuk menjaga kesehatan satwa, ia menerangkan bahwa tim telah menyiapkan area istirahat dengan pakan yang cukup, suplemen, dan pemantauan rutin oleh dokter hewan. Ketersediaan air juga menjadi prioritas.
Kemudian satu unit mobil slip-on dengan tangki dan selang air disiagakan khusus untuk memenuhi kebutuhan minum gajah selama berada di lokasi.
Ujang menegaskan bahwa keamanan gajah menjadi faktor utama dalam setiap keputusan lapangan. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan gajah jinak dalam penanganan bencana bukan hal baru.
“Pemanfaatan gajah terlatih untuk penanganan bencana sebenarnya telah diterapkan di beberapa negara Asia termasuk Indonesia, dan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan gajah secara lestari dengan prinsip kehati-hatian,” tuturnya.
Menurutnya, gajah memiliki kemampuan yang sangat membantu selama didampingi mahout dan mengikuti prinsip kesejahteraan satwa.
Keempat gajah tersebut dibawa menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju titik kerja.
“Hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan Gajah termasuk menghindari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir,” kata Ujang.
Adapun penentuan lokasi kerja dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian, guna memastikan keamanan seluruh personel sekaligus mengatur agar gajah tidak bekerja melebihi kapasitas fisiknya.
Tim lapangan terdiri dari delapan mahout, personel Polisi Kehutanan Resor, serta dokter hewan lengkap dengan perlengkapan medis. Seluruh kegiatan juga mendapat pengawalan dari kepolisian agar proses berlangsung tertib dan aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
