
Deni Apriadi Rahman alias Dea Lipa, 23, MUA asal Lombok, memberi klarifikasi atas penggunaan jilbab saat merias. (Instagram)
JawaPos.com - Seorang pria asal Lombok yang bekerja sebagai makeup artist (MUA) akhirnya buka suara setelah dirinya menjadi sasaran fitnah di media sosial.
Ia menegaskan bahwa penggunaan hijab dalam kesehariannya adalah bentuk penghormatan, bukan upaya menipu, melecehkan, atau melakukan penodaan agama seperti yang dituduhkan.
Dalam pernyataannya yang beredar di media sosial, MUA bernama Deni Apriadi Rahman, 23, mulanya menceritakan latar belakang hidupnya sebagai penyandang disabilitas dengan keterbatasan pendengaran sejak kecil.
Kondisinya semakin memburuk setelah kecelakaan yang dialaminya pada usia 10 tahun. Sejak kecil ia dibesarkan oleh nenek dari pihak ibu karena kedua orang tuanya bekerja sebagai tenaga migran.
Pendidikan formalnya hanya sampai tingkat sekolah dasar karena perundungan dan keterbatasan lingkungan.
Pria yang akrab disapa Dea Lipa itu kemudian mengaku belajar merias secara otodidak melalui YouTube dan media sosial.
Pekerjaan sebagai MUA membuatnya bisa mandiri, memenuhi kebutuhan hidup, dan perlahan membangun kepercayaan diri.
Namun ketenangan itu terusik ketika sebuah akun di media sosial menyebarkan fotonya beserta narasi yang menurutnya penuh fitnah, tidak benar, dan sangat merugikan. Unggahan tersebut kemudian viral di Facebook, Instagram, hingga TikTok.
Ia menegaskan tidak mengenal pemilik akun tersebut, tidak pernah berkomunikasi, dan tidak pernah memberikan izin penggunaan fotonya.
Banyak narasi yang beredar, kata Dea Lipa, tidak sesuai kenyataan. Termasuk tudingan bahwa ia mengenakan mukena untuk masuk masjid dan beribadah di saat yang tidak semestinya.
“Saya menghormati rumah ibadah, menghormati tata cara beribadah, dan paham adab dalam agama,” ujarnya dalam unggahan di media sosial, dikutip Minggu (16/11).
Terkait penggunaan jilbab, Deni menjelaskan bahwa jilbab baginya adalah simbol keindahan, kelembutan, dan kehormatan perempuan Muslim yang ia kagumi sejak lama.
Ia menegaskan tidak pernah menjadikan hijab sebagai alat untuk menipu, melecehkan, atau menyinggung siapa pun.
Pilihan pakaian tersebut, menurutnya, adalah bentuk ekspresi diri sekaligus usaha melindungi diri dari pelecehan.
Ia juga membantah tudingan lain, termasuk klaim bahwa dirinya pernah melakukan hubungan terlarang, hingga fitnah seputar status kesehatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022