
Ilustrasi: Viral restoran Ta Wan di Bali bikin celaka konsumen karena sajikan cairan pemutih dalam botol air minum kemasan. (Andre Sulla/Radar Bali).
JawaPos.com - Setelah kasus pelanggan restoran Ta Wan di mall Level 21 Denpasar yang nyaris tewas usai meneguk cairan pemutih viral di media sosial, pihak manajemen akhirnya angkat bicara.
Dalam pernyataan resmi, Ta Wan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menjelaskan hasil investigasi internal yang menemukan adanya pelanggaran prosedur kerja oleh oknum karyawan.
Insiden tersebut sebelumnya menimpa Ni Putu Oka Artha Rafinta Dewi (36), warga Sempidi, Badung, pada Kamis (6/11) sekitar pukul 14.00 WITA. Saat makan siang bersama keluarga, korban tanpa curiga meneguk botol air mineral di meja restoran. Namun bukan air, melainkan cairan pemutih kimia yang masuk ke tenggorokannya.
Korban sempat muntah hebat, mengalami perih di tenggorokan, dan dilarikan ke RS Bhayangkara Denpasar untuk perawatan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Bali dan menjadi viral di media sosial.
Kini, pihak Manajemen Ta Wan mengakui bahwa insiden tersebut terjadi karena ulah oknum karyawan yang melanggar SOP.
“Kami sangat menyesal atas insiden yang terjadi di restoran Ta Wan Level 21 Bali. Setelah melakukan investigasi menyeluruh, ditemukan dugaan tindakan tidak patut dari salah satu oknum karyawan yang menempatkan larutan pembersih dari kemasan asli ke dalam botol air mineral kosong untuk kepentingan pribadi,” tulis pernyataan resmi manajemen.
Menurut hasil investigasi, botol berisi cairan pemutih tersebut sempat disimpan di area bar minuman dan lupa dibawa pulang oleh karyawan yang bersangkutan. Saat pergantian shift, karyawan berikutnya tidak mengetahui bahwa botol itu berisi bahan kimia, dan tanpa sengaja menempatkannya kembali ke area penyimpanan minuman.
“Akibatnya, botol itu secara tidak sengaja tersaji kepada pelanggan,” jelas pihak manajemen.
Manajemen Ta Wan menegaskan bahwa kejadian ini tidak mencerminkan budaya kerja dan komitmen perusahaan. Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka telah menjatuhkan sanksi tegas terhadap karyawan yang terbukti bersalah serta melakukan perombakan besar dalam prosedur keamanan pangan.
Langkah-langkah yang diambil antara lain:
1. Sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran prosedur kerja.
2. Memperketat SOP keamanan pangan dan pengawasan operasional.
3. Pelatihan ulang bagi seluruh karyawan tentang keamanan produk dan tata kelola penyajian.
4. Audit internal di seluruh cabang untuk memastikan kepatuhan terhadap standar pelayanan.
Selain itu, pihak restoran menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan korban untuk menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh hak korban dipenuhi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
