Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 November 2025 | 01.26 WIB

NTB, Bali, dan NTT Sepakat Perkuat Perekonomian Kawasan Selatan Indonesia

Pemprov Bali, NTB, dan NTT sepakat memperkuat potensi kawasan selatan Indonesia melalui pembentukan Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN). (Istimewa) - Image

Pemprov Bali, NTB, dan NTT sepakat memperkuat potensi kawasan selatan Indonesia melalui pembentukan Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN). (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sepakat memperkuat potensi kawasan selatan Indonesia melalui pembentukan Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN). Kesepakatan itu diawali dengan kick-off meeting yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Bali, pada Senin (3/11).

Ketiga gubernur dari masing-masing daerah berkumpul untuk menyusun kerangka perekonomian daerah. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan kerja sama antar provinsi penting dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Kerja sama ini bertujuan memperkuat potensi masing-masing daerah dan saling berkolaborasi,” kata Lalu Iqbal.

Menurutnya, KRBNN menjadi langkah awal untuk menyusun bentuk kerja sama lintas provinsi yang diarahkan pada penguatan pembangunan dan integrasi kawasan selatan Indonesia.

“Potensi itu tidak saling melemahkan, tapi justru saling menguatkan. Salah satu bagian penting dari kerja sama ini adalah sharing of best practices, karena masing-masing provinsi punya kebijakan yang baik dan bisa saling kita tiru,” tuturnya.

Ia menambahkan, kerja sama akan difokuskan pada beberapa sektor strategis seperti pariwisata, energi, dan perhubungan, baik udara, darat, maupun laut, serta sepuluh aspek kolaborasi lainnya.

“Ada aspek di mana kita sudah siap melakukan integrasi, yaitu di pariwisata, energi, dan perhubungan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan hasil pertemuan tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antara tiga provinsi.

“Itu akan dirumuskan menjadi MoU yang akan dilaksanakan di NTB pada 25 November nanti,” tuturnya.

Menurut Koster, penyusunan MoU dan perjanjian kerja sama (PKS) akan dikoordinasikan oleh Gubernur NTB bersama Kepala Bappeda dari ketiga provinsi serta dinas terkait.

“Tindak lanjut berikutnya adalah penandatanganan kerja sama PKS di NTT pada 22 Desember nanti,” jelasnya.

Koster menegaskan, semangat kerja sama ini bukan sekadar mengenang hubungan historis antarprovinsi, melainkan memperkuat kolaborasi strategis untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini dan masa depan.

“Ikatan kami masih sangat kuat. Bukan bernostalgia, tapi melihat sejarah, perkembangan saat ini, dan kebutuhan di masa depan yang perlu kita sinergikan. Pertemuan tadi sangat produktif dan kami akan fokus pada kerja sama tiga provinsi ini,” urainya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai bahwa KRBNN merupakan bentuk kontribusi wilayah selatan Indonesia terhadap pembangunan nasional, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029.

“Kami menyangga di bagian selatan Republik ini, dan kerja sama ini diharapkan membuat NTT, NTB, dan Bali makin kuat baik secara provinsi maupun kawasan,” tegasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore