
Sosok ibu dan anak pelapor Kepala SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten ke Polres Lebak. (Istimewa).
JawaPos.com - Publik tengah dibuat geram dengan kasus di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, setelah seorang orang tua siswa melaporkan kepala sekolah ke polisi karena menegur anaknya yang ketahuan merokok di area sekolah.
Sosok di balik laporan itu adalah Tri Indah Alesti, ibu dari ILP (17), siswa kelas XII SMAN 1 Cimarga. Nama Tri Indah mendadak jadi sorotan di media sosial setelah videonya bersama sang anak beredar luas.
Dalam video itu, keduanya tampak berbicara kepada wartawan tentang dugaan kekerasan oleh kepala sekolah, Dini Fitria. Tri Indah mengaku tidak terima anaknya ditampar dan ditendang setelah ketahuan merokok di sekolah.
“Saya gak ikhlas, gak ridho anak saya ditampar. Saya maunya jalur hukum,” ujarnya tegas kepada wartawan usai membuat laporan ke Polres Lebak.
Kejadian bermula saat siswa ILP tertangkap merokok di lingkungan sekolah. Kepala sekolah kemudian menegur dan menindak tegas siswa tersebut sesuai aturan kedisiplinan sekolah. Namun, tindakan itu justru berujung panjang ketika Tri Indah memilih menempuh jalur hukum.
Laporan tersebut sontak menuai kecaman publik. Banyak yang menilai sikap sang ibu berlebihan dan justru melemahkan wibawa guru dalam menegakkan disiplin di sekolah.
“Dulu guru marah itu tandanya sayang sama murid. Sekarang malah dikriminalisasi,” tulis akun @r**** di media sosial X.
Kasus ini langsung jadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet membela sang kepala sekolah yang dianggap hanya menjalankan tugasnya menjaga ketertiban di sekolah.
“Anaknya merokok di sekolah, gurunya menegur, malah guru yang dilaporin. Dunia udah kebalik,” tulis akun @andika_****.
“Kalau semua guru takut menegur murid, nanti siapa yang ngajarin disiplin?” komentar netizen lainnya.
Beberapa bahkan menilai kasus ini sebagai bentuk krisis otoritas pendidikan, di mana guru tidak lagi punya ruang untuk menegakkan aturan tanpa takut dikriminalisasi.
Tri Indah Alesti disebut sebagai warga Cimarga yang cukup vokal di lingkungan sekolah anaknya. Berdasarkan penelusuran berbagai unggahan warganet, ia dikenal aktif membela anaknya di media sosial dan beberapa kali muncul di konten lokal terkait isu sekolah.
Namun, sikapnya kali ini justru dianggap kebablasan oleh publik. Banyak yang menilai Tri Indah gagal memberikan teladan kepada anaknya dan justru mempermalukan dunia pendidikan.
“Bukan guru yang salah, tapi orang tua yang terlalu menormalisasi perilaku buruk anaknya,” tulis akun @laila****.
Kasus di SMAN 1 Cimarga ini membuka kembali perdebatan soal batas antara mendisiplinkan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Di tengah upaya pemerintah mendorong pendekatan restorative justice dalam pendidikan, guru justru sering berada dalam posisi sulit: ditegur salah, diam pun salah.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
