
Situasi saat kepolisian bersama TNI melakukan patroli di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Senin (1/9). (Polda Jabar/Antara)
JawaPos.com–Presiden Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) Kamal Rahmatullah, mengecam keras tindakan aparat yang disebutnya melakukan serangan brutal terhadap mahasiswa pada Senin (1/9) tengah malam. Akibatnya, salah seorang mahasiswa mendapat tembakan di bagian dada.
Dia menyebut insiden itu berlangsung usai aksi demonstrasi damai dan bahkan merembet hingga ke area kampus, tempat yang seharusnya steril dari intervensi aparat.
“Unisba mengecam brutalitas aparat di kampus diserbu, nyawa mahasiswa terancam oleh kelakuan menjijikkan aparat,” kata Kamal dalam pernyataan sikapnya, Selasa (2/9).
Menurut dia, aparat gabungan TNI-Polri datang dengan perlengkapan lengkap dan menyerang secara membabi buta.
“Banyak mahasiswa yang menjadi korban. Ada yang tertembak di bagian dada, ada yang terkena tembakan dan mengalami sesak napas akibat gas air mata, serta banyak luka-luka lainnya,” tutur Kamal.
Kamal menilai serangan itu sebagai bentuk represif, pelanggaran hukum, dan penghinaan terhadap nilai demokrasi serta otonomi kampus.
Dalam pernyataan sikapnya, dia menegaskan lima poin. Pertama, mengutuk keras tindakan brutal aparat di dalam lingkungan kampus; kedua, menegaskan kampus harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan negara.
Ketiga, menuntut pertanggungjawaban Kapolda Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, dan aparat terkait; keempat, mendesak Komnas HAM, Ombudsman, serta LPSK turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat; dan kelima, menempuh langkah hukum sekaligus menggalang solidaritas nasional melawan praktik militeristik yang dianggap membungkam mahasiswa.
“Peristiwa ini adalah bukti bahwa kekerasan dan kekuasaan bersenjata sedang digunakan untuk membungkam sikap kritis mahasiswa,” tandas Kamal.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengklaim bahwa kabar penyerangan polisi ke Universitas Islam Bandung (Unisba) tidak benar. Gas air mata yang sampai ke area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) bukan karena ditembakkan ke dalam, melainkan terbawa angin usai dilepaskan ke jalan raya.
Hal itu disampaikan Kabidhumas Polda Jabar Kombespol Hendra Rochmawan menanggapi tudingan yang menyebut polisi masuk ke kampus dan menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa.
Menurut Hendra, kejadian bermula saat patroli gabungan berskala besar TNI-Polri menemukan adanya aksi pembakaran ban, tumpukan batu, dan blokade jalan di kawasan Tamansari, Bandung.
Sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarko disebut memancing petugas untuk masuk ke dalam kampus.
“Mereka merancang skenario provokator dengan harapan petugas terpancing menyerang masuk ke kampus Unisba,” kata Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (2/9).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
