Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 19.53 WIB

Presma Unisba Sebut Serangan Aparat Brutal Tengah Malam: Ada yang Kena Tembakan di Dada

Situasi saat kepolisian bersama TNI melakukan patroli di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Senin (1/9). (Polda Jabar/Antara) - Image

Situasi saat kepolisian bersama TNI melakukan patroli di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Senin (1/9). (Polda Jabar/Antara)

JawaPos.com–Presiden Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) Kamal Rahmatullah, mengecam keras tindakan aparat yang disebutnya melakukan serangan brutal terhadap mahasiswa pada Senin (1/9) tengah malam. Akibatnya, salah seorang mahasiswa mendapat tembakan di bagian dada.

Dia menyebut insiden itu berlangsung usai aksi demonstrasi damai dan bahkan merembet hingga ke area kampus, tempat yang seharusnya steril dari intervensi aparat.

Unisba mengecam brutalitas aparat di kampus diserbu, nyawa mahasiswa terancam oleh kelakuan menjijikkan aparat,” kata Kamal dalam pernyataan sikapnya, Selasa (2/9).

Menurut dia, aparat gabungan TNI-Polri datang dengan perlengkapan lengkap dan menyerang secara membabi buta.

“Banyak mahasiswa yang menjadi korban. Ada yang tertembak di bagian dada, ada yang terkena tembakan dan mengalami sesak napas akibat gas air mata, serta banyak luka-luka lainnya,” tutur Kamal.

Kamal menilai serangan itu sebagai bentuk represif, pelanggaran hukum, dan penghinaan terhadap nilai demokrasi serta otonomi kampus.

Dalam pernyataan sikapnya, dia menegaskan lima poin. Pertama, mengutuk keras tindakan brutal aparat di dalam lingkungan kampus; kedua, menegaskan kampus harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan negara.

Ketiga, menuntut pertanggungjawaban Kapolda Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, dan aparat terkait; keempat, mendesak Komnas HAM, Ombudsman, serta LPSK turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat; dan kelima, menempuh langkah hukum sekaligus menggalang solidaritas nasional melawan praktik militeristik yang dianggap membungkam mahasiswa.

“Peristiwa ini adalah bukti bahwa kekerasan dan kekuasaan bersenjata sedang digunakan untuk membungkam sikap kritis mahasiswa,” tandas Kamal.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengklaim bahwa kabar penyerangan polisi ke Universitas Islam Bandung (Unisba) tidak benar. Gas air mata yang sampai ke area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) bukan karena ditembakkan ke dalam, melainkan terbawa angin usai dilepaskan ke jalan raya.

Hal itu disampaikan Kabidhumas Polda Jabar Kombespol Hendra Rochmawan menanggapi tudingan yang menyebut polisi masuk ke kampus dan menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa.

Menurut Hendra, kejadian bermula saat patroli gabungan berskala besar TNI-Polri menemukan adanya aksi pembakaran ban, tumpukan batu, dan blokade jalan di kawasan Tamansari, Bandung.

Sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarko disebut memancing petugas untuk masuk ke dalam kampus.

“Mereka merancang skenario provokator dengan harapan petugas terpancing menyerang masuk ke kampus Unisba,” kata Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (2/9).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore