Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 03.45 WIB

Sempat Ada Kabar Korban Meninggal Dalam Aksi Demo di Pati, Bupati Sudewo: Itu Takdir

Bupati Pati Sudewo menolak mundur saat menemui massa demo 13 Agustus di halaman pendapa setempat, Rabu (13/8). (Radar Pati) - Image

Bupati Pati Sudewo menolak mundur saat menemui massa demo 13 Agustus di halaman pendapa setempat, Rabu (13/8). (Radar Pati)

JawaPos.com - Aksi demo yang berlangsung di Pati, Jawa Tengah (Jateng) hari ini ricuh. Tidak hanya korban luka, sempat tersiar kabar ada korban meninggal dunia dalam demonstrasi yang diikuti ribuan orang tersebut. Atas kabar itu, Bupati Pati Sudewi memberikan tanggapan singkat. Dia menyebut jika memang ada korban meninggal dunia itu sudah menjadi takdir. 

”Itu takdir, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Sudewo saat ditanyai oleh awak media, Rabu (13/8).

Informasi korban meninggal dunia dalam aksi demo di Pati sudah ditelusuri oleh aparat kepolisian dari Polda Jateng dan jajaran. Hasilnya, sampai sore tadi mereka memastikan tidak ada korban jiwa dalam unjuk rasa yang berlangsung hari ini. Namun, polisi mengakui ada banyak korban luka berjatuhan. Termasuk diantaranya aparat kepolisian. 

”Hasil penelusuran kami hingga sore ini, tidak ditemukan adanya korban meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto. 

Aksi demo besar-besaran yang melibatkan ribuan massa di Pati terjadi dengan tujuan menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatan. Menurut pendemo, Sudewo telah mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Salah satunya kenaikan pajak mencapai 250 persen. Meski sudah dicabut dan Sudewo menyampaikan permohonan maaf, demo tetap berlangsung. 

Artanto menyampaikan bahwa puluhan korban luka dalam aksi demo di Pati sudah mendapat penanganan dari petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo. Selain massa aksi, korban luka juga berasal dari petugas kepolisian. Termasuk diantaranya salah seorang perwira Polri yang diduga dipukuli oleh massa. 

”Dari total korban, sekitar tujuh orang merupakan anggota Polri, selebihnya dari masyarakat,” ungkap Artanto kepada awak media.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyampaikan bahwa kebanyakan korban luka mengalami gejala sesak napas. Mereka mengalami itu setelah terpapar gas air mata yang ditembakkan oleh petugas saat massa mulai rusuh. Selain itu, beberapa korban luka juga mengalami lebam, robek pada kulit, dan luka pada bagian kepala.

”Tindakan (polisi menembakkan gas air mata) diambil karena situasi sudah benar-benar tidak terkendali,”ujar Artanto.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore