Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 00.41 WIB

Pangdam Udayana Minta Investigasi Kematian Prada Lucky Transparan 

Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin memberikan keterangan terkait kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. (Rolandus Nampu/Antara) - Image

Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin memberikan keterangan terkait kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. (Rolandus Nampu/Antara)

JawaPos.com–Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto meminta proses investigasi kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT, dilakukan secara transparan dan profesional.

Hal tersebut disampaikan Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin saat dimintai keterangan terkait pengusutan kasus kematian Prada Lucky yang diduga dianiaya.

”Pangdam merasa kecewa atas kejadian ini, beliau marah sehingga langsung gerak cepat untuk investigasi, diminta segera respons agar kejadian ini mendapat jawaban yang tepat,” kata Amir seperti dilansir dari Antara.

Amir menjelaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Prada Lucky diduga akibat disiksa/dianiaya atau pun ada sebab lain. Tim investigasi dari Sub Detasemen Polisi Militer (Sudenpom) Kupang dan Intelijen masih melakukan penyelidikan.

”Kami tidak bisa jawab kalau ini penganiayaan atau tidak, alasannya karena itu tadi, semua itu bisa terjadi, bisa karena penganiayaan, bisa saja karena dia cedera lain,” ujar Amir Syarifudin.

Terkait sanksi yang akan diterapkan bagi prajurit yang terbukti terlibat dalam kasus kematian Prada Lucky akan ditentukan hakim saat persidangan. Pihaknya berharap pendekatan humanis tanpa kekerasan guna meningkatkan sumber daya manusia prajurit TNI.

Berkaca dari peristiwa tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan tugas di masing-masing satuan.

”Kami selalu melaksanakan pengawasan penekanan bahwa tidak boleh lagi (kekerasan) di era digital begini, yang perlu saat ini adalah mengedepankan atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kita kurangi yang namanya kontak kontak fisik, kita lebih mengedepankan yang namanya humanisme,” tandas Amir Syarifudin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore