
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Puskesmas Sirnajaya. (Anita Permata Dewi/Antara)
JawaPos.com-Study Tour siswa sekolah di Jawa Barat dilarang oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Hal ini tertuang pada Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/KESRA yang berisi pelarangan study tour bagi pelajar.
Hal ini dibahas Dedi Mulyadi saat menjadi bintang tamu pada podcast Deddy Corbuzier yang diunggah di YouTube pada Senin (4/8). Diketahui, study tour sering membuat orang tua harus meminjam uang lantaran tak mampu membiayai.
“Banyak orang yang hari ini bertemu saya pasti ceritanya, kenapa Ibu kelihatan sangat susah? Kenapa kelihatan sedih ketemu saya?. Ya anak saya itu harus ikut study tour,” kata Dedi Mulyadi.
“Biar apa? Berapa biayanya?. Ya ongkosnya Rp 2,5 juta terus nanti harus ada bekel. Ya total kalau ada bekel. Kemudian harus ada bekel, bekelnya Rp 1,5 juta (jadi) Rp 4 juta,” imbuh dia.
Dedi pun mengungkapkan biaya tersebut termasuk besar. Bahkan orang tua sering terpaksa meminjam uang ke Bank Emok, sebutan bank di desa yang dikelola rentenir.
Bank tersebut dikelola, terorganisir dengan baik, dan berkeliaran bebas. Namun, bank ini sebenarnya tidak legal.
“Kalau pinjamnya hari ini Rp 1 juta, besok itu harus mulai bayar, nyicil lagi dan uangnya diterima Rp 900 ribu dan bunganya itu 10 persen,” ungkap dia.
Di sisi lain, dia mengungkap bahwa study tour ini sebenarnya piknik biasa yang mana anak-anak akan mengunjungi sejumlah tempat wisata. Padahal study tour ini sebenarnya tak perlu dilakukan sejauh itu dan bisa diadakan di dekat sekolah.
“Sampah di sekolahnya nggak terurus. Selokan di belakang sekolahnya hitam pekat. Masuk ke sekolah nggak bisa berbaris. Ngapain jauh-jauh? Jangankan di tingkat SD, SMP. Di kampus saja, yang daerah kampus yang itu tertata. Di lingkungannya kan. Study tour, dimulai saja dari situ,” ungkap Dedi.
Tak hanya itu, Dedi mengungkap saran lain untuk dijadikan objek study tour, seperti jajanan sekolah yang tak sehat dan sering dikonsumsi anak-anak. Hal ini seperti minyak goreng yang sudah hitam ataupun es yang memiliki warna menyala.
Eks Bupati Purwakarta ini menegaskan, jika memang gurunya pintar, bawa saja anak-anak tersebut untuk study tour ke laboratorium. Selanjutnya dijelaskan penyakit apa yang akan timbul jika mengonsumsi makanan dan minuman seperti itu.
“Setelah itu akan menimbulkan penyakit apa yang dikonsumsi. Anak-anak dibawa study tour ke rumah sakit. Liatin orang yang menderita itu. Yang sakit-sakit karena apa. Kan jelas arah negara itu,” tukas Dedi.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
