Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 03.55 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Study Tour Bikin Orang Tua Tak Mampu Pinjam Uang, Sarankan Dilakukan di Sekitar Sekolah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Puskesmas Sirnajaya. (Anita Permata Dewi/Antara) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Puskesmas Sirnajaya. (Anita Permata Dewi/Antara)

JawaPos.com-Study Tour siswa sekolah di Jawa Barat dilarang oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Hal ini tertuang pada Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/KESRA yang berisi pelarangan study tour bagi pelajar. 

Hal ini dibahas Dedi Mulyadi saat menjadi bintang tamu pada podcast Deddy Corbuzier yang diunggah di YouTube pada Senin (4/8). Diketahui, study tour sering membuat orang tua harus meminjam uang lantaran tak mampu membiayai.

“Banyak orang yang hari ini bertemu saya pasti ceritanya, kenapa Ibu kelihatan sangat susah? Kenapa kelihatan sedih ketemu saya?. Ya anak saya itu harus ikut study tour,” kata Dedi Mulyadi.

“Biar apa? Berapa biayanya?. Ya ongkosnya Rp 2,5 juta terus nanti harus ada bekel. Ya total kalau ada bekel. Kemudian harus ada bekel, bekelnya Rp 1,5 juta (jadi) Rp 4 juta,” imbuh dia.

Dedi pun mengungkapkan biaya tersebut termasuk besar. Bahkan orang tua sering terpaksa meminjam uang ke Bank Emok, sebutan bank di desa yang dikelola rentenir.

Bank tersebut dikelola, terorganisir dengan baik, dan berkeliaran bebas. Namun, bank ini sebenarnya tidak legal.

“Kalau pinjamnya hari ini Rp 1 juta, besok itu harus mulai bayar, nyicil lagi dan uangnya diterima Rp 900 ribu dan bunganya itu 10 persen,” ungkap dia.

Di sisi lain, dia mengungkap bahwa study tour ini sebenarnya piknik biasa yang mana anak-anak akan mengunjungi sejumlah tempat wisata. Padahal study tour ini sebenarnya tak perlu dilakukan sejauh itu dan bisa diadakan di dekat sekolah.

“Sampah di sekolahnya nggak terurus. Selokan di belakang sekolahnya hitam pekat. Masuk ke sekolah nggak bisa berbaris. Ngapain jauh-jauh? Jangankan di tingkat SD, SMP. Di kampus saja, yang daerah kampus yang itu tertata. Di lingkungannya kan. Study tour, dimulai saja dari situ,” ungkap Dedi. 

Tak hanya itu, Dedi mengungkap saran lain untuk dijadikan objek study tour, seperti jajanan sekolah yang tak sehat dan sering dikonsumsi anak-anak. Hal ini seperti minyak goreng yang sudah hitam ataupun es yang memiliki warna menyala.

Eks Bupati Purwakarta ini menegaskan, jika memang gurunya pintar, bawa saja anak-anak tersebut untuk study tour ke laboratorium. Selanjutnya dijelaskan penyakit apa yang akan timbul jika mengonsumsi makanan dan minuman seperti itu.

“Setelah itu akan menimbulkan penyakit apa yang dikonsumsi. Anak-anak dibawa study tour ke rumah sakit. Liatin orang yang menderita itu. Yang sakit-sakit karena apa. Kan jelas arah negara itu,” tukas Dedi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore