
Bupati Pati, Sudewo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS).
JawaPos.com - Bupati Pati, Sudewo, belakangan ini menjadi sorotan publik usai membuat keputusan kontroversial: menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen mulai tahun 2025.
Kebijakan ini diumumkan usai rapat tertutup bersama para camat dan anggota Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (18/5).
Menurut keterangan dari laman resmi Humas Kabupaten Pati, alasan di balik kenaikan tersebut adalah karena tarif PBB tidak pernah disesuaikan selama 14 tahun terakhir.
Namun, keputusan mendadak ini justru menyulut gelombang kekecewaan dan kemarahan dari warga. Seruan aksi protes kini menggema di media sosial, dengan rencana unjuk rasa besar-besaran di Alun-alun Pati pada 13 Agustus mendatang.
Siapa Sudewo, Bupati Pati yang Kini Jadi Sorotan?
Di balik keputusan yang menuai kontroversi ini, sosok Sudewo sebenarnya bukan orang baru di dunia birokrasi dan politik. Diolah dari berbagai sumber, Sudewo diketahui lahir di Pati, Jawa Tengah, 11 Oktober 1968, Sudewo menghabiskan masa kecil dan remajanya di tanah kelahiran.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Slungkep, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kayen dan SMA Negeri 1 Pati.
Setelah lulus SMA, Sudewo melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan meraih gelar sarjana di bidang Teknik Sipil. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang S2 jurusan Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro, memperkuat latar belakang akademisnya di bidang infrastruktur dan pembangunan.
Karier dan Kiprah Organisasi
Semasa kuliah, Sudewo sudah aktif dalam kegiatan organisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS pada tahun 1991. Karier organisasinya terus berkembang, termasuk menjadi Ketua Keluarga Besar Marhaenis (2000) dan Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (2001).
Dalam dunia politik, ia terlibat sebagai Koordinator Tim Sukses dalam Pilkada Pacitan 2005 dan Pilgub Jawa Tengah 2008. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Forum Komunikasi Desa Seluruh Indonesia (Fokerdesi).
Sejak 2019, ia dipercaya sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra.
Dari Dunia Konstruksi ke Pemerintahan
Sudewo memulai karier profesionalnya di sektor swasta sebagai karyawan di PT Jaya Construction (1993–1994). Ia kemudian terjun ke sektor publik sebagai pegawai honorer di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Bali dan terlibat dalam proyek-proyek jalan dan jembatan. Setelah resmi menjadi PNS, ia sempat bertugas di Kanwil PU Jawa Timur dan Dinas PU Kabupaten Karanganyar.
Pada 2002, Sudewo pernah mencoba peruntungan dalam politik lokal dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar bersama Juliyatmono, namun belum berhasil terpilih.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
