
Petugas bersiap mengotopsi bayi yang ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya di wilayah Boyolangu, Tulungagung, Minggu (3/8/2025). (Aditya Yuda Setya Putra/Radar Tulungagung)
JawaPos.com – Jasad bayi yang ditemukan tewas dan terkubur di Dusun Sanggrahan Lor, Desa Sanggrahan, Boyolangu, Kabupaten Tulungagung diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu kandungnya sendiri.
Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil otopsi lengkap dari tim forensik Polda Jawa Timur.
Kanitreskrim Polsek Boyolangu Tulungagung Aiptu Wahyudi menjelaskan, hasil otopsi sementara menunjukkan adanya luka di bagian leher bayi.
“Setelah dilakukan otopsi dari dokter, dari forensik Polda Jatim, bahwa untuk hasil otopsi bayi ini panjang kisaran 53 cm, kemudian berat kisaran 2,8 kg. Dengan hasil otopsi bahwa di leher bayi ditemukan ada dua titik bekas luka,” ungkapnya, Minggu (3/8) sebagaimana dilansir dari Radar Tulungagung.
Dia menambahkan, luka tersebut diduga akibat cegukan atau tarikan saat bayi tersebut diangkat. Untuk memastikan apakah bayi meninggal karena tenggelam, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan disrupsi asam lambung oleh tim forensik.
“Dan hasil penyelidikan interogasi dari ibu bayi, memang kita dapatkan informasi bahwa si anak ini meninggalnya karena kepalanya ditenggelamkan ke dalam bak atau ember orange,” jelas Wahyudi.
Peristiwa tragis itu terjadi pada malam hari. Berdasarkan keterangan ibu bayi, kepala anak tersebut sempat dimasukkan ke dalam air di ember selama sekitar 3 hingga 4 detik.
“Kelihatan kepalanya gerak-gerak, ini langsung diangkat lagi. Kemudian bayi ini dipeluk oleh ibunya, masih bernafas,” kata Wahyudi.
Namun tak lama kemudian, bayi tersebut sudah tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sang ibu lalu memeluk dan membaringkannya hingga subuh, kemudian memilih menguburkan bayi itu secara diam-diam.
“Setelah (menggali) lubang sekitar setengah meter, bayi ini diambil kemudian dimasukkan, dikubur. Setelah dikubur itu, si ibunya kembali lagi untuk tidur, terus selanjutnya dia sempat membersihkan darah yang berceceran pakai selang,” tambah Wahyudi.
Bayi itu sebelumnya dilahirkan sendiri oleh ibunya pada hari Selasa. Dalam kondisi lemas, sang ibu tidak mengetahui cara merawat bayi tersebut dan hanya membelikan susu UHT dan minuman isotonic secara online.
“Kemudian setelah jam 2 siang diantar, diminumkan, diteteskan, ada yang masuk, ada yang nggak,” jelas Wahyudi.
Karena tak punya uang, sang ibu bahkan memberikan jarinya ke mulut bayi ketika anaknya menangis. Bayi sempat mengalami batuk pada Rabu (30/7) malam, yang diduga karena tidak mengonsumsi ASI.
Terkait kemungkinan adanya keterlibatan ayah dari bayi itu, Wahyudi menyebut penyelidikan masih berlangsung.
“Kita masih melakukan penyelidikan. Cuma ada beberapa informasi, kita mohon maaf belum bisa ngasih detailnya. Kita sudah mengantongi identitasnya, nanti coba kita dalami,” ucapnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
