Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 17.56 WIB

Jasad Bayi yang Ditemukan di Sanggrahan Tulungagung Sempat Ditenggelamkan di Ember, juga Diberi Susu UHT dan Isotonik oleh Ibunya

Petugas bersiap mengotopsi bayi yang ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya di wilayah Boyolangu, Tulungagung, Minggu (3/8/2025). (Aditya Yuda Setya Putra/Radar Tulungagung) - Image

Petugas bersiap mengotopsi bayi yang ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya di wilayah Boyolangu, Tulungagung, Minggu (3/8/2025). (Aditya Yuda Setya Putra/Radar Tulungagung)

JawaPos.com – Jasad bayi yang ditemukan tewas dan terkubur di Dusun Sanggrahan Lor, Desa Sanggrahan, Boyolangu, Kabupaten Tulungagung diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu kandungnya sendiri.

Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil otopsi lengkap dari tim forensik Polda Jawa Timur.

Kanitreskrim Polsek Boyolangu Tulungagung Aiptu Wahyudi menjelaskan, hasil otopsi sementara menunjukkan adanya luka di bagian leher bayi.

“Setelah dilakukan otopsi dari dokter, dari forensik Polda Jatim, bahwa untuk hasil otopsi bayi ini panjang kisaran 53 cm, kemudian berat kisaran 2,8 kg. Dengan hasil otopsi bahwa di leher bayi ditemukan ada dua titik bekas luka,” ungkapnya, Minggu (3/8) sebagaimana dilansir dari Radar Tulungagung.

Dia menambahkan, luka tersebut diduga akibat cegukan atau tarikan saat bayi tersebut diangkat. Untuk memastikan apakah bayi meninggal karena tenggelam, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan disrupsi asam lambung oleh tim forensik.

“Dan hasil penyelidikan interogasi dari ibu bayi, memang kita dapatkan informasi bahwa si anak ini meninggalnya karena kepalanya ditenggelamkan ke dalam bak atau ember orange,” jelas Wahyudi.

Peristiwa tragis itu terjadi pada malam hari. Berdasarkan keterangan ibu bayi, kepala anak tersebut sempat dimasukkan ke dalam air di ember selama sekitar 3 hingga 4 detik.

“Kelihatan kepalanya gerak-gerak, ini langsung diangkat lagi. Kemudian bayi ini dipeluk oleh ibunya, masih bernafas,” kata Wahyudi.

Namun tak lama kemudian, bayi tersebut sudah tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sang ibu lalu memeluk dan membaringkannya hingga subuh, kemudian memilih menguburkan bayi itu secara diam-diam.

“Setelah (menggali) lubang sekitar setengah meter, bayi ini diambil kemudian dimasukkan, dikubur. Setelah dikubur itu, si ibunya kembali lagi untuk tidur, terus selanjutnya dia sempat membersihkan darah yang berceceran pakai selang,” tambah Wahyudi.

Bayi itu sebelumnya dilahirkan sendiri oleh ibunya pada hari Selasa. Dalam kondisi lemas, sang ibu tidak mengetahui cara merawat bayi tersebut dan hanya membelikan susu UHT dan minuman isotonic secara online.

“Kemudian setelah jam 2 siang diantar, diminumkan, diteteskan, ada yang masuk, ada yang nggak,” jelas Wahyudi.

Karena tak punya uang, sang ibu bahkan memberikan jarinya ke mulut bayi ketika anaknya menangis. Bayi sempat mengalami batuk pada Rabu (30/7) malam, yang diduga karena tidak mengonsumsi ASI.

Terkait kemungkinan adanya keterlibatan ayah dari bayi itu, Wahyudi menyebut penyelidikan masih berlangsung.

“Kita masih melakukan penyelidikan. Cuma ada beberapa informasi, kita mohon maaf belum bisa ngasih detailnya. Kita sudah mengantongi identitasnya, nanti coba kita dalami,” ucapnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore