Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 12.50 WIB

Insiden Intimidasi Wartawan, Aspri Gubernur Kaltim Minta Maaf

Asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas - Image

Asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas

JawaPos.com-Asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, Syarifah Alawiyah, akhirnya angkat bicara terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan yang sempat ramai diperbincangkan publik. Syarifah menyampaikan permintaan maaf atas insiden terjadinya kesalahpahaman.

Sebab, Syarifah Alawiyah sempat membatasi dan melontarkan pernyataan tandai-tandai saat awak media melakukan sesi doorstop dengan Rudy Mas'ud, pada Senin (21/7). Insiden itu viral, sehingga menuai kritik dari berbagai kalangan jurnalis dan organisasi pers.

"Teman-teman mungkin belum terlalu kenal, saya juga orang baru di Kalimantan Timur ini, jadi mudah-mudahan ke depannya kita bisa saling mengenal. Mungkin kemarin ada sedikit salah paham antara saya dengan teman-teman sekalian," kata Syarifah sebagaimana dikutip dalam unggahan media sosial Instagram, Minggu (27/7).

Dia mengakui kesalahpahaman tersebut menimbulkan pemberitaan luas dan menjadi sorotan hingga ke luar negeri. Bahkan, sejumlah rekannya yang berada di luar negeri ikut menanyakan peristiwa tersebut.

"Yang mohon maaf kesalahpahaman itu membuat berita-berita di luar sana menjadi cukup viral, bahkan teman saya yang di Jerman sampai tanya saya," ucap Syarifah.

Dia menyatakan, dirinya yang berlatar belakang militer membuatnya bersikap tegas dalam menjalankan tugas.

"Mudah-mudahan saya bisa mengenal lagi, karena memang background saya ada di militer sehingga memang agak cukup tegas ya," jelas Syarifah.

Menurut Syarifah, sikap tegas yang diperlihatkan selama bertugas tidak terlepas dari pengalaman panjang di dunia militer. Hal itu sesuai dengan tugasnya sebagai aspri yang berkewajiban melindungi kepala daerah.

"Sesuai dengan pekerjaan saya, protap saya, melindungi gubernur saya, sehingga memang kalau ada cukup tegas, paham-paham lah," ujar Syarifah.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dirinya pernah bertugas sebagai pengajar di lingkungan militer selama 10 tahun. Pengalaman tersebut membentuk karakter dalam bersikap, termasuk saat menghadapi situasi-situasi yang dianggap mengancam keamanan kepala daerah.

"Saya itu guru militer, kurang lebih selama 10 tahun guru militer, dan memang lebih sering menghadapi beberapa jenderal-jenderal dan lain-lain, ada beberapa terutama kepentingan di militer terutama untuk pendidikan," ungkap Syarifah.

Meski demikian, Syarifah berharap agar insiden tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia berharap, ke depan dapat tercipta hubungan komunikasi yang lebih baik antara dirinya dan insan pers di Kaltim.

"Saya juga berharap bisa berkolaborasi dengan teman-teman media ke depan, karena saya yakin peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat," tandas Syarifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore