Warga saat melakukan bersih-bersih sungai. (Dok. BRI Peduli)
JawaPos.com – Peringatan Hari Sungai Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi BRI Peduli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Tahun ini, kegiatan difokuskan pada Sungai Last Point, anak Sungai Tukad Badung di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, 27 Juli.
Tak hanya membersihkan aliran sungai dari timbunan sampah, bank BUMN itu juga menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia untuk melakukan edukasi pengelolaan sampah secara langsung kepada warga. Sebanyak 242 warga dan 200 aktivis peduli lingkungan (warriors) turut berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar di kawasan konservasi mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai itu.
Data dari buku Statistik Indonesia 2025 yang dirilis BPS menyebutkan bahwa tidak ada sungai di Indonesia yang masuk dalam kategori air bersih. Sebanyak 15 sungai di 14 provinsi tercatat dalam status cemar ringan, memperkuat urgensi aksi kolaboratif dalam menjaga kebersihan sungai.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa terdapat dua fokus utama dalam rangkaian kegiatan ini, yakni pembersihan sungai dan edukasi pengelolaan sampah.
“Peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembersihan sungai dapat berdampak kepada kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan. Juga membuat masyarakat memiliki pengetahuan dan teknik yang benar dalam membersihkan sungai, memilah sampah, maupun mengelola limbah,” ungkap Hendy.
Selama kegiatan, masyarakat diajak bergotong-royong membersihkan sungai dari sampah, yang kemudian dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pembuatan pupuk kompos, bahan pakan ternak, urban farming, bahkan biogas.
Sementara sampah anorganik dicacah menggunakan mesin pencacah untuk selanjutnya dijual kepada pengepul. Aktivitas ini menjadi upaya nyata membangun sistem sirkular ekonomi berbasis komunitas.
Sejak menjalin kerja sama dengan Yayasan Sungai Watch, BRI Peduli telah membantu mengumpulkan dan mereduksi 35,2 ton sampah anorganik dari berbagai wilayah sungai. Selain mengurangi pencemaran, kolaborasi ini juga memperkuat jejaring edukasi lingkungan di akar rumput.
Kegiatan edukasi juga diisi dengan pengenalan sistem smart waste management, pemanfaatan ulang barang bekas, serta permainan edukatif untuk anak-anak agar mengenal pentingnya menjaga sungai sejak dini.
Melalui pendekatan partisipatif ini, dia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Tetapi terus berlanjut menjadi kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari demi kelestarian air dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
