Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 13.16 WIB

Mahasiswa IPB Pasang Automatic Weather Station, Petani Kedungpoh Dapat Membaca Ramalan Cuaca Sebelum ke Sawah

Automatic Weather Station (AWS) yang dipasang oleh mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University pada Sabtu (19/7). (Dok. IPB University)

JawaPos.com - Kondisi cuaca sangat dibutuhkan semua lapisan masyarakat untuk melaksanakan kegiatannya sehari-hari, termasuk kalangan petani. Dengan dapat membaca seperti apa cuaca hari ini atau beberapa hari mendatang, mereka bisa mengoptimalkan kegiatan pertaniannya. Apakah melakukan penanaman, pembibitan, atau kegiatan lain. 

Selama ini petani di desa kerap terpaku dengan cara tradisional dalam membaca cuaca. Tidak jarang juga mereka salah duga. Pagi cerah, siang sudah hujan lagi. Akibatnya pekerjaan yang dilakukan pada pagi hari kerap dianggap sia-sia atau gagal.  

Nah, petani di Dusun Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta, mendapat pemahaman baru dalam membaca prakiraan cuaca. Prakiraan cuaca itu dibaca menggunakan alat ala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Alat itu bernama Automatic Weather Station (AWS) yang dipasang oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) IPB University. 

Muchayat Aziz Syahputra yang menjadi salah satu mahasiswa peserta KKN mengatakan, inisiatif itu mendukung pertanian presisi yang adaptif terhadap perubahan iklim. Yaitu, dengan menyediakan data cuaca aktual dan prakiraan harian yang dapat diakses masyarakat secara daring. 

Pemasangan AWS dilakukan pada pukul 08.00–10.00 WIB di area Lumbung Mataraman. Dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan data cuaca pada pukul 10.00–12.30 WIB di Balai Dusun Kedungpoh Kidul. AWS yang dipasang merupakan bagian dari program bertema “Empowering Agromaritime Society for Socio-Economic Resilience”. 

"Alat ini mampu merekam data seperti suhu udara, kelembaban, curah hujan, intensitas cahaya matahari, serta kecepatan dan arah angin," ujar Muchayat Aziz kepada media pada Sabtu (19/7). 

Adapun kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan data cuaca itu dihadiri oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), para Kepala Dusun se-Kalurahan Kedungpoh, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), serta puluhan warga setempat. 

Aziz--demikian Muchayat Aziz disapa mengatakan, kegiatan penyediaan AWS itu merupakan dukungan dari platform Sinaubumi sebagai mitra penyedia server. Data yang terekam di AWS dapat dipantau secara real-time dan digunakan untuk membuat prakiraan kondisi cuaca hingga 10 hari ke depan. 

"Warga dikenalkan pada komponen AWS, cara membaca data, serta potensi pemanfaatannya dalam menentukan waktu tanam, menyusun strategi irigasi, dan mengantisipasi risiko pertanian," ungkap Aziz yang menyebut sosialiasi berlangsung interaktif. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore