Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 13.20 WIB

FPPI Jatim Ajak Kelompok Perempuan Kembangkan Pemberdayaan Lewat Budaya

Parade budaya menampilkan kebaya dan batik. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Parade budaya menampilkan kebaya dan batik. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com–Perkembangan industri batik dan kebaya menjadi salah satu jalan pemberdayaan perempuan. Hal tersebut diamini Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Jatim Yuli Andriyani.

Seiring pertumbuhan pemakai kebaya, industri fashion tradisional ikut terangkat dan berdampak secara ekonomi bagi para perempuan. Yuli mengatakan, kebaya kini semakin dikenal sebagai pakaian yang lebih modis.

”Bukan lagi sebagai pakaian tradisional, tapi sudah mulai padu padan,” ucap Yuli Andriyani.

Dia menilai kebaya kini sudah digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Atasan kebaya sudah bisa dipadukan dengan celana bahan oleh para perempuan. Untuk bekerja atau menghadiri pertemuan tertentu.

Saat ini, industri kebaya menjadi salah satu yang makin pesat bertumbuh. Meski modifikasi semakin kreatif, tapi pakem kebaya tetap disisipkan.

”Kreasi dari desainer juga turut berkembang makin besar. Bahkan dress pesta pun menggunakan brokat seperti kebaya,” terang Yuli Andriyani.

Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng segenap komunitas perempuan untuk makin serius mengembangkan budaya dan pemberdayaan perempuan. Selama ini, lanjut Yuli Andriyani, FPPI Jatim baru melaksanakan pelatihan untuk membuat makanan dan beberapa kerja sama lain terkait ekonomi, anti narkoba, kekerasan.

”Nah kali ini untuk isu kebudayaannya,” tutur Yuli Andriyani saat ditemui di kegiatan parade budaya, Minggu (6/6) malam.

Melalui parade budaya tersebut, diharapkan makin banyak perempuan yang memahami kebaya dan batik, serta mau menjaga dan mengembangkannya. Dia berharap akan banyak program pemberdayaan yang lahir lewat kolaborasi dengan beragam komunitas tersebut.

”Kami coba ajak kolaborasi 15 komunitas lainnya,” kata Yuli.

Tak dimungkiri, kemampuan kreasi fashion juga menjadi salah satu jalan keluar dari kondisi ekonomi yang terbatas bagi perempuan. Selanjutnya akan banyak UMKM kebaya, batik, dan fashion yang akan dikembangkan bersama.

”Saat ini kami sudah menaungi yang difabel, sudah ada 5 UMKM,” tegas Yuli Andriyani. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore