
Gunung Lewotobi Laki-Laki pasca erupsi pada Selasa petang (17/6). (istimewa)
JawaPos.com - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi eksplosif pada Senin siang (7/7). Berdasar catatan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi tersebut terjadi pada pukul 11.05 WITA. Saat erupsi terjadi, Gunung Lewotobi Laki-Laki memuntahkan kolom abu setinggi 18 kilometer.
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengkonfirmasi terjadinya erupsi tersebut melalui keterangan resmi yang dia keluarkan beberapa saat setelah erupsi tersebut. Sebagaimana status yang sudah ditetapkan oleh Badan Geologi, Gunung Lewotobi kini berstatus awas atau level IV. Artinya, gunung api itu sedang berada di puncak aktivitasnya.
”Pada tanggal 7 Juli 2025 pukul 11:05 WITA terjadi erupsi eksplosif dengan tinggi kolom erupsi mencapai 18.000 meter di atas puncak,” ungkap Wafid kepada awak media.
Berdasar pengamatan secara visual pada 6-7 Juli 2025, Gunung Lewotobi Laki-Laki tampak tertutup kabut dengan intensitas sedang. Petugas dari pos pengamatan juga melihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang pada ketinggian 50-200 meter di atas puncak gunung tersebut. Pengamatan visual menggunakan drone menunjukkan adanya tumpukan lava yang memenuhi area kawah.
”Erupsi ini disertai suara dentuman kuat dan awan panas dengan jarak luncur mencapai maksimal 5 kilometer ke arah utara dan timur laut. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 19 – 27 derajat celcius,” bebernya.
Berdasar data kegempaan yang terekam oleh seismograf, hingga pukul 12.00 WITA hari ini tercatat 1 kali erupsi, 3 kali gempa hembusan, 10 kali gempa tremor non harmonik, 2 kali gempa low frequency, 7 kali gempa vulkanik dalam, terjadi tremor menerus dengan amplitudo dominan 2.9 milimeter, dan 9 kali gempa tektonik jauh.
”Berdasarkan data visual tanggal 6 – 7 Juli 2025 hingga pukul 12.00 WITA, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki sangat tinggi dengan terjadinya erupsi eksplosif dan gempa tremor menerus. Jenis gempa lainnya menunjukkan masih terjadinya proses suplai magma dan pergerakan fluida ke permukaan,” beber Wafid.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
