Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 01.40 WIB

Sebut Masalah Banjir di Jakarta Bersumber dari Kawasan Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi: Tak Akan Teratasi Kalau Bogor Tidak Ditata

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut masalah banjir Jakarta bersumber dari kawasan Bogor, terutama Puncak dan Megamendung. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan video instagram pribadinya pada Minggu (6/7).

“Problem utamanya Jakarta adalah Puncak dan Mega Mendung di daerah Bogor, intinya di daerah Bogor,” ujar Dedi Mulyadi.

Lalu bagaimana solusinya agar Jakarta terbebas dari banjir? Menurut Dedi, Bogor harus ditata ulang. Ia bahkan menyebut, masalah banjir Jakarta tidak akan selesai jika penataan Bogor tidak dilakukan.

“Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai. Untuk itu, mari kita bersama-sama kita kembalikan kawasan Bogor,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya memulihkan kawasan resapan air dan melindungi gunung serta lahan pertanian di kawasan Puncak Bogor. 

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM itu juga meminta agar nafsu pembangunan yang merusak lingkungan ditahan demi keseimbangan ekosistem. Pihaknya pun akan secara bertahap melakukan pemulihan lingkungan hidup di Puncak Bogor. 

“Secara bertahap saya akan terus mengembalikan fungsi alam secara baik,” katanya.

Ia mengapresiasi semua pihak yang mendukung langkah penyelamatan lingkungan, termasuk kritik yang membangun. Menurutnya, penataan yang tengah digencarkannya di Puncak Bogor, juga demi kepentingan warga Jakarta.

“Karena yang dilakukan demi kepentingan masyarakat secara luas, baik masyarakat Jabar atau DKI,” tuturnya.
 
Lebih lanjut Dedi juga menjelaskan soal bencana banjir dan longsor yang kembali melanda kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu malam (5/7). Menurutnya, bencana itu bukan hanya disebabkan karena hujan melainkan adanya perubahan tata ruang yang terjadi bertahun-tahun. 

“Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bencana yang kerap terjadi di Bogor karena adanya perubahan tata ruang yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu,” ungkapnya.

KDM memastikan akan mengambil langkah besar menyelamatkan alam, meski menimbulkan kontroversi. Menurutnya, pembangunan tak akan berarti jika selalu dikalahkan oleh bencana alam.

“Karena untuk apa pembangunan dilakukan dengan biaya yang sangat besar, pada akhirnya, rontok oleh bencana,” imbuhnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore