Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 00.35 WIB

Perusakan Rumah di Sukabumi Tetap Diproses Hukum, Gubernur Dedi Mulyadi: Polisi Akan Bertindak Objektif

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menemui pemilik rumah Maria Veronica Nina usai kejadian perusakan yang dilakukan oleh warga di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (IG @dedimulyadi71) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menemui pemilik rumah Maria Veronica Nina usai kejadian perusakan yang dilakukan oleh warga di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (IG @dedimulyadi71)

JawaPos.com – Aksi perusakan sebuah rumah yang kerap dijadikan lokasi retret pelajar Kristen di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berbuntut panjang. Meski Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah turun langsung meredam situasi dan memberikan bantuan kepada korban, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan dan menjadi kewenangan penuh aparat penegak hukum.

Dalam kunjungannya ke lokasi, Dedi menemui langsung pemilik rumah yang dirusak, Maria Veronica Nina. Ia mengklarifikasi bahwa bangunan yang dihancurkan massa bukan tempat ibadah seperti yang ramai disebutkan di media sosial, melainkan rumah pribadi.

“Ini ibu korban dari perusakan rumah ya. Bukan gereja, bukan rumah ibadah. Tapi perusakan rumah. Rumah milik siapa bu? Ibu Nina,” tegas Dedi dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Senin (30/6).

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM itu menegaskan, meskipun dirinya sudah memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta dan bantuan psikologis, proses hukum harus tetap ditegakkan.

“Yang berikutnya persoalan perusakannya kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Untuk bertindak secara objektif. Dan sehingga masalah ini cepat selesai,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, Kang Dedi menyatakan akan mentransfer bantuan dana untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat insiden tersebut.

“Tadi saya sudah nyiapin, hari ini saya transfer Rp 100 juta untuk memperbaiki bangunan yang rusak. Agar ibunya tenang,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi psikologis keluarga korban, terutama anak-anak yang terdampak trauma atas peristiwa tersebut.

“Besok saya kirim psikiater untuk membantu psikologi anak-anak ibu dan ibu sekeluarga sebagai terapinya. Agar ibu tenang kembali,” sambung Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi turut berdialog dengan warga setempat guna memastikan kembali kerukunan sosial. Ia menanyakan langsung apakah hubungan antarwarga masih harmonis.

“Ini ibu saya tanya, ini tetangga bukan? Rukun enggak? Rukun,” tanyanya yang dijawab warga serempak, “rukun”.

Sementara itu, Maria Veronica Nina berharap agar masyarakat bisa kembali hidup berdampingan dalam damai tanpa harus terpecah karena perbedaan keyakinan.

“Mari kita sama-sama bangun kerukunan walaupun kita berbeda. Bhineka Tunggal Ika,” kata Nina.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan sekelompok warga merusak sebuah rumah di Kampung Tangkil RT 04/01. Rumah itu disebut-sebut sebagai tempat retret pelajar Kristen. Dalam video yang diunggah akun @sukabumisatu, tampak warga menggeruduk dan menghancurkan fasilitas di dalam rumah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore