Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 02.09 WIB

Polisi Periksa Enam Saksi Kasus Anak SD Meninggal Dikeroyok

Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana (kanan). (Darwin Fatir/Antara) - Image

Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana (kanan). (Darwin Fatir/Antara)

JawaPos.com–Penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar telah memeriksa enam saksi terkait dengan kasus dugaan pengeroyokan terhadap MRA yang meninggal dunia pada Jumat (30/5) di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar, Sulawesi Selatan.

”Masih enam orang diperiksa karena keterangannya sudah maksimal. Jadi, untuk apa banyak saksi kalau sudah pemeriksaan maksimal,” tutur Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Sejauh ini, menurut dia, penanganan kasus tersebut berlanjut untuk segera mendapat titik terang. Termasuk dengan penetapan status tersangka.

”Pekan ini mudah-mudahan ada follow up (tindak lanjut dari penyidik),” papar mantan Kapolsek Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung ini.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) setelah korban diotopsi tim dari di Rumah Sakit Bayangkara. Selanjutnya dilakukan tindakan lanjut pendalaman kasus.

”Jadi, ada beberapa organ tubuh yang diautopsi pihak rumah sakit, lalu dikirim ke labfor. Sekarang masih menunggu hasil labnya. Jadi, nanti biar sinkron hasil otopsinya dan labnya juga,” terang mantan Kanit 2 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Lampung tersebut.

Sebelumnya, seorang murid kelas VI SDN di Kota Makassar, MRA, meninggal dunia, Jumat (30/5), setelah mendapatkan perawatan selama 5 hari di tiga rumah sakit berbeda. Korban diduga dikeroyok temannya.

”Sebelum meninggal di rumah sakit, saya tanya, siapa yang pukul, Nak? Dia bilang teman. Saya tanya berapa orang? Dia tidak bilang, tetapi kasih naik jarinya tiga,” ujar bibi korban Desma di Makassar, Sabtu (31/5).

Saat ditanyakan lebih dalam siapa saja yang menganiaya, korban menyebutkan ada dua orang murid SD dan satu orang siswa SMP. Meski demikian, korban tidak menyebut namanya, tetapi mengenal para terduga pelaku.

Kejadian dugaan penganiayaan secara bersama-sama tersebut terjadi pekan lalu setelah korban mengikuti ujian akhir di SDN Maccini Sawah Satu. Dia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

Korban diduga mengalami sakit bagian dada, dan terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuhnya, serta luka bekas bekas sulutan rokok. Korban sempat dibawa ke tiga rumah sakit, yakni RS Pelamonia, RS Sitti Fatimah, dan dirujuk ke RSI Faisal.

Karena kondisinya kian menurun, korban mengembuskan napas terakhir di RSI Faisal. Dari Diagnosis awal, korban diduga menderita penyakit tifus disertai demam berdarah sebelum meninggal dunia.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah dibawa ke rumah duka, Jalan Maccini Gusung, Setapak 8, Kecamatan Makassar. untuk disemayamkan. Guna memastikan kematian korban, selanjutnya dibawa ke RS Bayangkara Makassar untuk diotopsi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore