
Petugas safety PT ASL shipyard selesai mengevakuasi korban kebakaran kapal tanker Federal II di RS Mutiara Aini, Batuaji, Kota Batam. (Laily Rahmawaty/Antara)
JawaPos.com–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau mendalami penyebab kebakaran kapal tanker di kawasan galangan Tanjung Uncang, Batam, Selasa (25/6) sore. Kejadian itu menelan empat korban tewas.
Kepala Disnakertrans Kepri Jhon Barus menegaskan akan mengusut tuntas kejadian tersebut dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
”Terkait dengan kebakaran itu, kami sangat prihatin. Semangat kami selama ini selalu mensosialisasikan apa yang dimaksud dengan K3. Namun, kecelakaan tidak bisa diprediksi," kata Jhon seperti dilansir dari Antara di Batam, Rabu (25/6).
Disnakertrans telah menurunkan tim pemeriksaan dan evaluasi ke lapangan untuk mengumpulkan data dan melihat apakah standar operasional prosedur (SOP) K3 telah dilaksanakan di lokasi kejadian.
”Datanya harus dikumpulkan dulu, siapa saja terlibat, keterangannya nanti baru dilihat benang merahnya. Apakah ada kelalaian atau SOP tidak dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujar Jhon Barus.
Jhon menjelaskan, jika dari hasil pemeriksaan ditemukan unsur kelalaian, pihak Disnaker Kepri akan memberi rekomendasi untuk memberi sanksi kepada pihak perusahaan.
”Kalau memang ada bukti kuat, kami akan keluarkan teguran administratif ke perusahaan, atau berkoordinasi dengan kementerian untuk langkah selanjutnya. Ini jadi pembelajaran agar tidak terulang di tempat lain,” tandas Jhon Barus.
Mengenai perlindungan sosial bagi korban, Jhon menyatakan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
”Kami akan lihat dulu datanya di BPJS TK, tapi yang jelas pihak kami bersama BPJS TK sudah berulang kali mengumpulkan asosiasi galangan dan subkontraktor untuk mematuhi jaminan sosial ketenagakerjaan, sudah ada pakta integritas yang telah ditandatangani,” ungkap Jhon Barus.
Dalam insiden kebakaran tersebut, tiga orang meninggal di lokasi, satu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, empat mengalami luka berat, dan satu lainnya luka ringan. Total korban mencapai sembilan orang dan seluruhnya merupakan pekerja di galangan kapal tersebut.
Sebelumnya, Kepolisian Sektor Batuaji, Polresta Barelang menyebut kapal tanker jenis CPO Federal II terbakar saat docking di galangan kapal PT ASL Shipyard. Insiden itu menyebabkan sembilan pekerja menjadi korban.
Dia menyebut sembilan korban itu, empat orang meninggal dunia, empat lainnya luka berat dan satu korban luka ringan. Para korban merupakan pekerja sub kontrak PT ASL Shipyard yang sedang melakukan perbaikan kapal tanker CPO Federal II.
Keempat korban meninggal dunia, atas nama Gunawan, Berkat Setiawan Gulo, Hermansyah Putra, dan Januarius. Untuk korban luka-luka, sebanyak tiga orang dirawat di RA Graha Hermine dan RS Mutiara Aini.
Kelima korban selamat, yakni Alatas Silaban, Upik Hidayat, Amel Rivensky Nababan, Benny Silaban, dan Rezki Harianto Butarbutar.
”Polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran kapal tanker yang sedang docking tersebut. Masih menunggu kondisi para pekerja masih belum stabil untuk dimintai keterangan. Kronologi awal, saat kejadian sedang ada perbaikan di tanki di sana muncul percikan api,” kata Raden.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
