
Kepala Disperindag Bali Ngurah Wiryanatha. (Ni Putu Putri Muliantari/Antara)
JawaPos.com–Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali Ngurah Wiryanatha mengatakan, pabrik minuman Coca Cola di Kabupaten Badung, Bali, tutup akibat penjualan menurun.
”Belum resmi dibubarkan baru disampaikan terkait kinerja usaha, penjualan menurun tapi baru salah satu sebab, penyebab yang lain masih banyak tapi tidak dipublikasi ke umum,” kata Ngurah Wiryanatha seperti dilasnir dari Antara di Denpasar, Jumat (13/6).
Dikabarkan penutupan pabrik minuman tersebut berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) 70 karyawan. Disperindag Bali turut menyoroti dampak ini.
Dari sisi perdagangan, Wiryanatha melihat ada pergeseran minat masyarakat Bali dalam membeli minuman bersoda.
”Hasil evaluasi kami, masyarakat kesadarannya meningkat terkait dengan kesehatan, dalam mengonsumsi seperti Coca Cola banyak penelitian yang mengungkapkan dampak negatif minuman bersoda,” ujar Ngurah Wiryanatha.
Disperindag Bali melihat kini tren konsumen di Bali lebih mencari minuman sehat jenis jus dan air mineral. Sehingga kondisi ini memaksa produsen berinovasi.
Ini juga membuka peluang bagi produsen dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan minat masyarakat sekarang. Sehingga semestinya tidak selalu penurunan daya beli berujung penutupan produksi hingga PHK karyawan.
Wiryanatha menganalogikan ini dengan kebijakan Pemprov Bali soal larangan air minum dalam kemasan (AMDK) di bawah 1 liter. Kebijakan ini berat namun semestinya ditanggapi dengan solusi positif.
Terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) ESDM Bali Ida Bagus Setiawan mengatakan, pemprov sedang berkoordinasi dengan Kabupaten Badung. Sebab selain PHK karyawan Coca Cola turut terjadi PHK terhadap 100 tenaga pariwisata hotel dan restoran di kabupaten yang sama.
Dalam kasus ini, Setiawan berfokus pada penelusuran penyebab dan penyelesaian antara perusahaan dengan karyawan, sebab hak-hak karyawan wajib dipenuhi.
”Pada intinya agar hak-hak dari tenaga kerja ini jangan sampai terlewatkan, harus dipenuhi, ada mekanismenya dari mediasi kalau tidak tercapai karena sepakat tentunya ada tahapan lebih lanjut,” ujar Ida Bagus Setiawan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
