
Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak kompak berkurban sapi jenis Peranakan Ongole (PO). (Pemprov Jatim).
JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur jelang Hari Raya Idul Adha 2025 dalam kondisi aman, cukup, dan sehat. Provinsi Jatim yang dikenal sebagai lumbung ternak nasional disebut mengalami surplus pasokan hewan kurban tahun ini.
“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai sentra peternakan nasional. Alhamdulillah, stok hewan kurban tahun ini melimpah dan sebagian besar sudah diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan maupun petugas teknis di lapangan,” ujar Khofifah dalam keterangannya dari Tanah Suci, Rabu (4/6), saat sedang menjalankan ibadah haji.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Timur, potensi ketersediaan hewan kurban 2025 meliputi 526.985 ekor sapi, 872.195 ekor kambing, 292.251 ekor domba, dan 1.730 ekor kerbau. Khofifah menambahkan bahwa seluruh hewan ternak kurban telah divaksinasi untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Ini menjadi bagian dari langkah proteksi terhadap penularan penyakit yang bisa mengganggu kelayakan hewan kurban.
Untuk menjaga kualitas hewan yang dijual di pasaran, Dinas Peternakan Jatim juga telah mengerahkan tim pemeriksa ke seluruh kabupaten/kota. Tim ini terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, pengawas mutu pakan dan bibit, serta melibatkan akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Organisasi profesi seperti PDHI, ISPI, dan PAVETI juga turut dilibatkan.
“Pemeriksaan di lapangan mencakup kondisi kesehatan hewan, standar kesejahteraan hewan (animal welfare), kebersihan kandang, ketersediaan pakan dan air minum. Hingga saat ini, terdapat 198 pasar hewan dan 2.831 lapak penjualan ternak kurban tersebar di seluruh Jawa Timur,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga telah menyiagakan ribuan tenaga profesional untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan. Tercatat ada 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner,
94 pengawas bibit ternak, 58 pengawas mutu pakan, dan 3.254 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat. Para JULEHA ini akan bertugas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan titik-titik pemotongan hewan kurban di 38 kabupaten/kota.
Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah diperiksa dan diberi label kelayakan serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat berkurban dengan tenang. Stok mencukupi, kondisi hewan sehat, dan distribusi terpantau. Tidak perlu khawatir, semua proses dikawal ketat agar aman dan sesuai syariat,” tegasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
