Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juni 2025 | 01.48 WIB

Kecelakaan Tragis di Perlintasan Resmi Magetan, Gubernur Khofifah: Palang Pintu Harus Dijaga Ketat

Gubernur Khofifah saat menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di Magetan. (Pemrpov Jatim). - Image

Gubernur Khofifah saat menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di Magetan. (Pemrpov Jatim).

JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di Magetan terjadi di jalur perlintasan resmi yang seharusnya dijaga. Insiden maut itu terjadi tepatnya di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) No 08 KM 176+586 di Emplasemen Magetan, yang merupakan jalur ganda dan memiliki petugas penjaga.

Dalam keterangannya, Khofifah membeberkan kronologi kejadian. Saat itu, palang pintu perlintasan ditutup karena KA Matarmaja sedang melintas. Setelah kereta tersebut lewat, petugas membuka kembali palang. Namun nahas, pada saat bersamaan KA Malioboro Ekspres juga tengah melaju di jalur yang sama. Begitu palang terbuka, tujuh sepeda motor yang sebelumnya menunggu langsung menyeberang, dan tak lama kemudian tertabrak kereta yang datang dari arah berlawanan.

“Inilah yang sedang kami evaluasi. Kemungkinan bisa saja terjadi human error atau kelalaian di lapangan. Palang pintu itu harus selalu dijaga agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melintasi jalur kereta,” kata Khofifah usai menyerahkan santunan kepada para korban dan keluarganya.

Khofifah juga menyebut bahwa koordinasi terkait pengelolaan perlintasan kereta api di Jatim telah dilakukan secara rinci. Pemetaan dilakukan hingga ke tingkat kabupaten untuk mengetahui mana saja perlintasan yang dikelola Pemprov dan mana yang menjadi tanggung jawab PT KAI. Bahkan, beberapa perlintasan di Jatim sudah mulai menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan keamanan.

“Pemanfaatan teknologi digital terus kami dorong agar diterapkan di semua titik perlintasan. Hari ke hari, ini semakin penting,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyampaikan duka dan memberikan santunan kepada korban kecelakaan. Salah satunya adalah Oni Handoko (35), warga Kabupaten Ngawi, yang mengalami luka dan masih menjalani perawatan.

Istri Oni, Yulian Respati, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia mengatakan kondisi suaminya saat ini belum memungkinkan untuk bekerja, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

“Suami saya tulang punggung keluarga. Dengan kondisi seperti ini, bantuan dari Ibu Gubernur sangat berarti untuk kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kecelakaan di perlintasan resmi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat serta penerapan teknologi demi keselamatan bersama di jalur-jalur kereta api, terutama di wilayah padat lalu lintas seperti Magetan dan sekitarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore