Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 00.12 WIB

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai saat Dicap Sebagai Gubernur Lambe Turah: Daripada Pakai Buzzer

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat merespons julukan - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat merespons julukan

JawaPos.com - Karena kedekatannya dengan media sosial (medsos) dan cara-caranya dalam mendokumentasikan dan menyampaikan kinerjanya yang berbasis konten, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi beberapa kali mendapat stigma sebagai 'Gubernur Konten'. 

Marah? Sayangnya tidak demikian. Saat dicap sebagai 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi tetap santai dan nggak ambil pusing dengan stigma demikian karena kenyataannya memang ia kerap membuat konten.

Lalu ada lagi cap yang diberikan kepada Dedi Mulyadi sebagai orang nomor satu di Jawa Barat itu. Yang terbaru, Dedi dicap sebagai 'Gubernur Lambe Turah'. Karena apa? Ya karena memang aktif di berbagai platform media sosial.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga kerap menanggapi isu-isu terkini dan cepat merespons aduan masyarakat via medsos. Menurut dia, cara tersebut efektif alih-alih menggunakan buzzer atau pendengung untuk menaikkan citra dan pamor politik.

Dalam pertemuan terbuka bersama warga Majalengka yang terekam dalam akun TikTok resminya, @dedimulyadiofficial, Dedi mengungkap bahwa dirinya mendapat gelar baru dari seorang anggota legislatif, yakni “Gubernur Lambe Turah”.

Alih-alih merasa tersinggung, Dedi menanggapi hal tersebut dengan santai dan menyelipkan sindiran tajam terhadap budaya pencitraan di kalangan pejabat publik. 

Dalam pernyataannya, Dedi menyampaikan kritik terhadap fenomena penggunaan anggaran besar untuk membayar jasa influencer, buzzer, atau konsultan demi pencitraan diri. Ia menegaskan, pendekatan seperti itu tidak ia perlukan.

“Harga menyewa buzzer dan influencer itu mahal, bisa miliaran bahkan puluhan miliar. Saya tidak butuh menyewa siapa pun, tidak butuh konsultan. Semua saya kelola sendiri. Anggarannya saya alihkan untuk membangun rumah Mak Icih,” kata Dedi dalam bahasa Sunda.

Pernyataan tersebut kemudian disambut tepuk tangan warga yang hadir, mencerminkan apresiasi terhadap gaya kepemimpinannya yang sederhana dan langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

Dedi Mulyadi juga menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa gelar bukan hal penting baginya. Ia menyampaikan, yang utama adalah mewujudkan janji-janji kepada masyarakat, bukan sibuk membentuk citra. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore