Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 21.00 WIB

273 Siswa Lulus dari Barak Militer Selasa Besok, Dedi Mulyadi Minta KPAI Ikut Terlibat Secara Konkret, Tak Hanya Beri Kritik

Dedi Mulyadi dan Kak Seto saat menyambangi para siswa yang menjalani pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel) - Image

Dedi Mulyadi dan Kak Seto saat menyambangi para siswa yang menjalani pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JawaPos.com - Sebanyak 273 siswa maupun siswi yang sebelumnya mengikuti program pembinaan di barak militer akan keluar dan menyelesaikan masa pelatihannya Selasa (20/5) besok.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak hanya mengkritisi metode pembinaan. Tetapi turut ambil bagian dalam penyelesaian masalah yang dihadapi para remaja tersebut.

“Saya kan sudah sampaikan bahwa KPAI harusnya arahnya hari ini bukan mengoreksi kekurangan dari sebuah kebiasaan yang dilakukan, yaitu penanganan darurat dari sebuah problem. Yang harus dilakukan KPAI adalah mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai problem yang dialami oleh anak-anak remaja kita," kata Dedi Mulyadi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5).

"Apakah itu karena problem di rumahnya, problem di sekolahnya yang akhirnya mengarah pada tindak kriminal,” sambungnya.

Dedi menyoroti jumlah anak bermasalah di Jawa Barat mencapai ribuan. Ia berharap KPAI dapat berperan aktif dalam pendidikan dan pembinaan mereka.

“Kan ada jumlah ribuan tuh anak bermasalah di Jawa Barat. Nah dari jumlah ribuan itu saya harapkan KPAI ngambil untuk dididik. Agar masalahnya selesai,” ucapnya.

Ia juga mengkritik fokus KPAI yang dianggap terlalu sempit dalam menyoroti aspek-aspek teknis seperti kondisi tempat tidur.

“Kalau KPAI sibuk terus ngurusin persoalan tempat tidur dan sejenisnya tidak akan bisa menyelesaikan problem. Dan KPAI bisa lihat dong, kemarin kan 39 anak sudah selesai itu. Kan bisa dilihat bagaimana keadaan anak itu, disiplinnya, kemudian rasa empatinya,” jelasnya.

Menurut Dedi, perubahan sikap dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh anak-anak yang telah menyelesaikan pembinaan merupakan bukti keberhasilan pendekatan tersebut.

“Bahkan dia menangis di depan ibunya, mencium kakinya. Kan belum tentu itu didapatkan pendidikan saya di sekolah. Besok ada 273 yang akan lulus dari Dodik Lembang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedi juga menyampaikan bahwa program pembinaan ini akan terus berlanjut, bahkan diperluas skalanya.

“Setelah itu nanti ada angkatan baru lagi. Nanti mungkin kalau dari seribu atau seribu lima ratus atau dua ribu yang nanti atau lima ribu. Kalau terkoneksi dengan Kabupaten/Kota mungkin 15 ribu sampai 20 ribu yang dikelola oleh kita,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore