
Iluswtraswi: wisuda. (pixabay)
JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melarang pelaksanaan wisuda di sekolah negeri jenjang menengah. Kebijakan ini bertujuan untuk menghindari dampak psikologis negatif pada siswa dan meringankan beban finansial orang tua. Sekolah swasta juga diimbau untuk mengikuti langkah serupa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, proses kelulusan sebaiknya hanya dilakukan melalui upacara penamatan sederhana dan penyerahan ijazah. "Di sekolah menengah, tidak ada istilah wisuda. Cukup penamatan dan penyerahan ijazah atau surat keterangan kelulusan," ujarnya, Sabtu (17/5).
Aries menilai, kegiatan wisuda yang mewah dan berbiaya tinggi sering kali menciptakan persepsi keliru bahwa pendidikan telah selesai sepenuhnya. Hal ini dikhawatirkan dapat mengurangi motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Jangan sampai mereka merasa cukup sampai di situ. Ini bisa berdampak negatif pada psikologis mereka," tambahnya.
Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia menekankan agar sekolah tidak lagi mengadakan acara wisuda di luar lingkungan sekolah yang memerlukan biaya tinggi. "Atas arahan Ibu Gubernur, saya tekankan kepada seluruh kepala sekolah untuk menghentikan kegiatan wisuda, khususnya yang diadakan di luar sekolah," kata Aries.
Menurut pantauan Pemprov Jatim, hampir seluruh sekolah negeri telah mematuhi kebijakan tersebut. Namun, masih ada beberapa sekolah swasta yang belum sepenuhnya mengikuti arahan. "Alhamdulillah, sekolah negeri sudah patuh, meski beberapa sekolah swasta masih perlu diimbau," jelas Aries.
Karena memiliki otonomi dalam pengelolaan, Pemprov Jatim hanya bisa mengimbau sekolah swasta untuk mempertimbangkan beban keuangan orang tua. Kendati demikian, Aries berharap sekolah swasta tetap mengedepankan penamatan sederhana tanpa mengurangi makna kelulusan.
Aries juga mengapresiasi kreativitas sejumlah sekolah dalam menyelenggarakan penamatan secara sederhana namun bermakna, seperti konsep drive-thru dan upacara kecil di halaman sekolah. "Saya lihat banyak sekolah yang kreatif dengan konsep sederhana, tapi tetap berkesan," ungkapnya.
Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus menyosialisasikan kebijakan ini demi menciptakan iklim pendidikan yang lebih sehat, fokus pada prestasi akademik, dan tidak memberatkan orang tua secara finansial. Pengawasan juga akan dilakukan untuk memastikan arahan tersebut berjalan efektif.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
