Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 01.49 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Terbitkan Pergub, Perkuat Program Pendidikan bagi Remaja Bermasalah di Barak Militer

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (Tim Media KDM)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengungkapkan akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk memperkuat pelaksanaan program pendidikan berbasis kedisiplinan di barak militer bagi pelajar bermasalah di Jabar.

Ia menekankan, program itu bertujuan untuk menanggulangi maraknya aksi kekerasan remaja dan kenakalan pelajar di wilayah Jawa Barat.

"Sudah ada surat edaran yang disampaikan ke bupati/wali kota di seluruh Jawa Barat. Surat edaran gubernur sudah ada," kata Dedi di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Kamis (8/5).

Program ini, kata Dedi, merupakan respons atas berbagai peristiwa kriminalitas remaja yang semakin mengkhawatirkan.

Ia menegaskan, surat edaran tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan memiliki konsekuensi terhadap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

"Konsekuensinya kan gubernur punya piranti-piranti. Kita punya akses anggaran terhadap kabupaten/kota yang kita miliki," tegasnya.

Dedi membantah bahwa surat edaran itu sebagai bentuk tekanan ke setiap daerah di Jabar. Ia menilai, pendekatan ini lebih pada bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat.

"Kita bukan diancam ya. Kita, kan gini, apakah bupati masih nyaman kalau di depan kantornya banyak orang bawa celurit? Kan nanti mereka yang merasakan," ujarnya.

Dedi juga menggambarkan potensi dampak sosial yang terjadi jika pemerintah daerah tidak mengambil langkah konkret. Menurut dia, kekerasan remaja bukan hanya meresahkan masyarakat, tapi juga menimbulkan beban biaya dan psikologis.

"Apakah bupati masih nyaman kalau setiap minggu ada yang masuk rumah sakit yang harus dibiayai karena ditusuk, karena dilempar pakai batu?" paparnya.

Untuk memperkuat dasar hukum dan operasionalisasi program ini, Dedi memastikan pihaknya sedang menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai tindak lanjut dari surat edaran yang telah dikirimkan. "Setelah ini akan kuatkan dengan Pergub," tegasnya.

Melalui rencana penerbitan Pergub ini, kata Dedi, Pemprov Jabar berharap semua kepala daerah di Jawa Barat dapat bersinergi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berkarakter. "Pemerintah nanti mengintervensi dalam penataan ruang," pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore