Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 23.36 WIB

Kemenhub Kerahkan KNKT, Dalami Kecelakaan Maut Bus ALS Yang Tewaskan 12 Orang di Padang Panjang

ILUSTRASI BUS ALS. (INSTAGRAM ALS BUS LOVER) - Image

ILUSTRASI BUS ALS. (INSTAGRAM ALS BUS LOVER)

JawaPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan dikerahkan untuk mendalami penyebab kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Lintas Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (6/5). 

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani menuturkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) maupun kepolisian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

"Saat ini Ditjen Hubdat tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan setempat dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut," ujar Ahmad Yani, Selasa (6/5). 

Ahmad Yani menjelaskan kronologi detik-detik kecelakaan bus ALS di Padang Panjang tersebut. Mulanya, bus datang dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang dan mengalami kecelakaan di dekat simpang Terminal Bukit Surungan. Bus nahas itu terguling miring ke sebelah kiri.

Sebanyak12 penumpang tewas dan 25 orang luka-luka. Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bus tersebut tidak mengantongi izin operasi. Ia hanya memiliki izin uji berkala yang masa berlakunya habis pada pertengahan Mei ini.

"Adapun telah diperiksa pada Aplikasi Mitra Darat, ditemukan Bus ALS tersebut tidak memiliki izin operasi. Sementara masa uji berkala berlaku hingga 14 Mei 2025," terangnya.

Ahmad Yani meminta seluruh Perusahaan Otobus (PO) dan pengemudi memeriksakan secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan.

"Di samping itu, diimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone," katanya.

Dilansir dari Padang Ekspress (Jawa Pos Group), Unit Gakkum Satlantas Polres Padangpanjang Brigadir Rizky Yudha menjelaskan, bus ALS dengan rute Siborong-borong–Bekasi diduga mengalami kecelakaan setelah mengalami gangguan pada sistem pengereman.

“Bus ALS datang dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang. Sesampainya di dekat Terminal Busur, diduga mengalami hilang fungsi pengereman dan terbalik,” terangnya. 

Berdasarkan keterangan penumpang selamat, bus sempat berhenti di Bintungan untuk mendinginkan rem, karena ban belakang terpantau mengeluarkan asap. Bahkan, bus juga sempat melakukan pergantian sopir di Bukittinggi.

Namun nahas, setibanya di dekat simpang Terminal Busur sekitar pukul 08.15 WIB, bus diduga kehilangan fungsi rem dan tak terkendali, hingga akhirnya terbalik dan rebah di badan jalan.

Setelah kejadian, belasan ambulans dari RSUD Padangpanjang, Dinas Kesehatan, Puskesmas, RS Yarsi, dan organisasi parpol serta Basarnas dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Beberapa korban yang selamat segera dilarikan ke RSUD Padangpanjang dan RS Yarsi untuk mendapat penanganan medis intensif.

Salah satu penumpang selamat, Desmon, 51, mengungkapkan bahwa bus mengangkut sekitar 50 penumpang. “Tadi sopir sempat bilang remnya panas, makanya berhenti di Bintungan. Tapi habis itu jalan lagi, dan tiba-tiba sudah terguling,” jelas Desmon.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore